Breaking News:

4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut, Covid-19 India Juga Mengancam Dunia

India mencatatkan 4.000 orang meninggal dunia akibat covid-19 dalam sehari, yakni 4.092 pada Minggu (9/5), dan 4.187 pada Sabtu (8/5).

Editor: Vito
Tangkap Layar Video The Telegraph
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Tsunami covid-19 di India makin mengerikan, dan diperkirakan tak hanya mengancam Negeri Anak Benua, tetapi juga seluruh dunia.

Dalam dua hari berturut-turut, India mencatatkan rekor baru dengan 4.000 orang meninggal dunia dalam sehari.

Pada Minggu (9/5), Negeri Anak Benua melaporkan 4.092 kematian akibat covid-19 selama 24 jam terakhir. Sementara pada Sabtu (8/5), India melaporkan jumlah kematian covid-19 tertinggi dalam satu hari sebanyak 4.187 kematian.

Melansir Reuters, total korban meninggal akibat covid-19 di India sebanyak 242.362 jiwa sejak pandemi dimulai. Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan, India kemungkinan akan mencatatkan 1 juta kematian akibat covid-19 pada Agustus.

Pada Minggu pula, India melaporkan 403.738 kasus virus corona terbaru, sehingga total kasus covid-19 di sana sejak pandemi dimulai sebanyak 22,3 juta kasus. Para ahli mengatakan, jumlah kasus dan kematian covid-19 di India yang sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Dalam sepekan terakhir pada pekan lalu, India telah melaporkan tambahan 1,5 juta infeksi baru dan mencatat lonjakan tinggi jumlah kematian harian. Saat ini di India tercatat lebih dari 3,6 juta kasus aktif.

India telah digulung tsunami covid-19 pada gelombang kedua ini dengan jumlah kasus dan kematian harian mencatatkan rekor tertinggi hampir setiap hari.

Tenaga medis di sana juga semakin kewalahan akibat menipisnya stok oksigen medis, kosongnya tempat tidur di rumah sakit, dan krematorium yang dibanjiri jenazah setiap hari.

Banyak negara bagian di India memberlakukan lockdown ketat selama sebulan terakhir untuk membendung lonjakan infeksi. Sementara itu, wilayah-wilayah lain juga mengumumkan pembatasan pergerakan publik dengan menutup bioskop, restoran, pub, dan pusat perbelanjaan.

Di sisi lain, pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi terus diserang kritik akibat penanganannya terhadap pandemi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved