Breaking News:

4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut, Covid-19 India Juga Mengancam Dunia

India mencatatkan 4.000 orang meninggal dunia akibat covid-19 dalam sehari, yakni 4.092 pada Minggu (9/5), dan 4.187 pada Sabtu (8/5).

Editor: Vito
Tangkap Layar Video The Telegraph
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. 

Modi didesak untuk menerapkan lockdown nasional seperti yang telah dilakukannya pada gelombang pertama covid-19 tahun lalu. Pemerintah India enggan memberlakukan lockdown kedua karena khawatir akan kerusakan ekonomi.

Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak lebih cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival keagamaan dan kampanye politik menarik puluhan ribu orang dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi acara 'penyebar super'.

Pemerintahannya, yang memberlakukan penguncian ketat pada Maret 2020, juga dikritik karena mencabut pembatasan sosial terlalu cepat setelah gelombang pertama, serta penundaan program vaksinasi negara itu.

Dukungan telah mengalir dari seluruh dunia dalam bentuk tabung oksigen, ventilator, dan peralatan medis lain untuk rumah sakit yang kewalahan di India akibat tsunami covid-19.

Tak bisa dihindari

Pemimpin oposisi utama India Rahul Gandhi memperingatkan akan terjadi lagi gelombang covid-19 yang menghancurkan India serta mengancam seluruh dunia. Hal itu tak bisa dihindari, kecuali gelombang covid-19 kedua yang melanda negara itu saat ini bisa dikendalikan.

Melansir Reuters, dalam sebuah surat, Gandhi memohon kepada Perdana Menteri (PM) Narendra Modi untuk mempersiapkan penguncian nasional lain, mempercepat program vaksinasi di seluruh negeri, dan secara ilmiah melacak virus dan mutasinya.

Ia mengatakan, negara terpadat kedua di dunia memiliki tanggung jawab di dunia yang terglobalisasi dan saling berhubungan untuk menghentikan pertumbuhan 'eksplosif' covid-19 di dalam perbatasannya.

"India adalah rumah bagi satu dari setiap enam manusia di planet ini. Pandemi telah menunjukkan bahwa ukuran, keragaman genetik, dan kompleksitas kita menjadikan India tempat subur bagi virus untuk bermutasi dengan cepat, mengubah dirinya menjadi bentuk yang lebih menular dan lebih berbahaya," tulis Gandhi.

"Membiarkan penyebaran virus yang tidak terkendali di India akan menghancurkan tidak hanya bagi rakyat kita (India-Red), tetapi juga bagi seluruh dunia," tambahnya seperti yang dilansir Reuters.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved