Breaking News:

Dispertan Kota Semarang Pantau Peredaran Daging Jelang Lebaran

Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang melakukan pemantauan peredaran daging tak layak konsumsi.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang melakukan pemantauan peredaran daging tak layak konsumsi, Sabtu (8/5/2021) dini hari.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang melakukan pemantauan peredaran daging tak layak konsumsi, Sabtu (8/5/2021) dini hari.

Dispertan melakukan pemantauan di pos pemeriksaan daging sekaligus rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Semarang.

Petugas memeriksa secara teliti setiap daging mulai pemeriksaan kandungan air pada daging hingga pemeriksaan surat sehat daging yang diterbitkan oleh Dispertan daerah asal. Sedangkan di RPH, petugas memastikan proses penyembelihan hewan telah sesuai standar.

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, pemeriksaan kelayakan daging mulai RPH hingga pasar dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dari daging yang tidak layak konsumsi semisal daging glonggongan, busuk, maupun daging oplosan.

"Jelang hari besar, Dispertan melakukan kontrol evaluasi pelaksanaan penjualan daging mulai produksi sampai pasar supaya masyarakat kita bisa mendapatkan daging yang sehat," papar Hernowo.

Di melanjutkan, produksi daging sapi di Kota Semarang mencapai 26 ribu kilogram per hari. Sebanyak 20 ribu kilogram diproduksi oleh RPH Kota Semarang, sedangkan 6 ribu kilogram dipasok dari luar daerah antara lain Boyolali, Salatiga, dan Kendal.

Pada momentum jelang Lebaran permintaan daging cenderung naik. Dia mencatat permintaan naik sekitar 30 persen jelang Lebaran kali ini. Melalui pemantauan ini, pihaknya ingin mengantisipasi adanya oknum yang berbuat curang dalam menjual daging.

"Kami lakukan pemerksaan daging dari luar kota sebelum masuk Semarang termasuk yang diproduksi oleh teman-teman RPH. Disini, rata-rata layak konsumsi," ucapnya.

Dari pemantauan ini, pihaknya juga memastikan stok pangan khususnya daging di Kota Semarang mencukupi jelang lebaran. Harga juga masih terbilang wajar karena hanya mengalami kenaikan Rp 10 ribu per kilogram atau rata-rata berkisar Rp 115 ribu per kilogram.

"Baik pedagang maupun masyarakat menyadari kenaikan itu karena permintaan yang naik," tambahnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved