Breaking News:

Berita Semarang

Tradisi Bagi-Bagi Uang kepada Anak-anak Saat Lebaran, Elli Siapkan Uang Pecahan Hingga Rp 2 Juta

Bagi-bagi uang saat Lebaran masih menjadi tradisi sejumlah masyarakat.

Tribun Jateng/M Zainal Arifin
Warga membuka jasa penukaran uang pecahan di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (9/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi-bagi uang saat Lebaran masih menjadi tradisi sejumlah masyarakat. Tradisi tersebut pun dimanfaatkan masyarakat untuk membuka jasa penukaran uang pecahan dalam berbagai nominal.

Tak ayal, warga yang masih memegang tradisi tersebut kemudian berburu uang pecahan yang nantinya akan dibagikan pada saat Lebaran di kampung halaman.

Di antaranya Elli Fitriyani, warga Tegal yang bekerja di Kota Semarang. Elli mengatakan, pada Lebaran tiap tahunnya, ia selalu memberikan uang pecahan sebagai uang jajan kepada anak-anak yang bersilaturahmi atau halal bihalal ke rumahnya pada saat Lebaran.

"Di daerah saya, itu (bagi-bagi uang--red) masih jadi tradisi. Jadi kita berbagi uang kepada anak-anak yang datang ke rumah," kata Elli saat melakukan penukaran uang pecahan di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (7/5/2021).

Uang pecahan yang diburunya yaitu nominal Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu. Pada Lebaran ini, Elli menyiapkan uang pecahan yang jumlah totalnya mencapai Rp 2 juta. Jumlah tersebut dibagi pecahan Rp 5 ribu sebanyak Rp 1 juta dan pecahan Rp 10 ribu juga Rp 1 juta.

"Uang pecahan Rp 5 ribu itu untuk anak-anak yang kecil-kecil. Kalau yang Rp 10 ribu, untuk yang lebih gede, ya usia 10 tahunan. Karena kalau yang anak kecil kan belum ngerti uang, jadi kasih yang uang kecil saja," ucapnya.

Elli mengungkapkan, bagi-bagi uang saat Lebaran tersebut ibarat bagi-bagi angpao di kalangan Tionghoa saat hari keagamaan. Tujuannya untuk mensyukuri rizki dan nikmat yang diberikan Allah selama ini.

"Nah, bentuk syukur itu saya wujudkan dengan berbagi rizki kepada anak-anak yang silaturahmi ke rumah. Jadi biar anak-anak itu senang. Kalau mereka senang, insyaAllah kita juga ikut senang," jelasnya.

Tradisi bagi-bagi uang tersebut juga masih dijalankan Maryati, warga Semarang. Ia setiap Lebaran membagikan uang kepada anak-anak yang datang untuk berlebaran atau halal bihalal ke rumahnya.

"Kalau di kampung-kampung, tradisi halal bihalal di lingkungan itu masih ada. Warga keliling ke tetangga di satu kompleks," katanya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved