Breaking News:

Berita Semarang

DLH Pastikan Tak Ada Tumpukan Sampah di TPS Saat Lebaran, Petugas Tak Libur

DLH Kota Semarang memastikan tidak akan ada penumpukan sampah di TPS selama libur Lebaran.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memastikan tidak akan ada penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) selama libur Lebaran.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, selama Hari Raya Idulfitri petugas kebersihan dan pengangkut sampat tetap berjalan seperti biasa.

"Hanya saja, kami memberi waktu para petugas untuk melaksanakan ibadah salat ied terlebih dahulu," ucap Sapto, Senin (10/5/2021).

Selepas itu, petugas tetap akan bekerja melakukan pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sapto memperkirakan, masa lebaran kali ini masyarakat akan berada di rumah karena adanya imbauan larangan mudik dan tidak ada open house. Diproyeksikan, sampah paling banyak berasal dari rumah tangga saat Lebaran nanti.

Hal yang perlu diantisipasi saat lebaran yakni pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS. Biasanya pengangkutan dari rumah tangga ke TPS dilakukan oleh becak sampah di lingkungan masing-masing.

"Biasanya becak-becak sampah libur saat lebaran. Ini perlu diantisipasi. Jangan sampai sampah menumpuk di rumah tangga. Kalau petugas kami pasti akan tetap menganggut dari TPS ke TPA," paparnya.

Diakuinya, selama masa Covid-19 volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang memang berkurang. Hal itu dipicu adanya pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dimana restoran maupu perhotelan tidak banyak kegiatan. Sebelum pandemi, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA sebanyak 900 ton per hari. Kini, turun menjadi 700 - 800 ton per hari. Di samping pengaruh dari masa pandemi, penurunan sampah juga pengaruh dari gerakan pilah sampah dari hulu yang sudah berjalan.

Saat ini, DLH melakukan pengangkutan dari TPS ke TPA sampah pada malam hari agar tidak mengganggku aktivitas masyarakat serta agar berjalan lancar. Namun demikian dump truck yang mengambil sampah liar tetap berjalan siang hari.

"Pengambilan sampah malam hari sufah berjalan satu bulan. Alhamdulillah lancar. Angkutan yang sifatnya penyisiran siang hari twtap kami laksanakan. Jadi, siang hati masih ada dump truck yang mengambil sampah liar," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved