Breaking News:

Berita Sragen

H-3 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Sragen Ramai Lancar

Pantauan arus mudik H-3 Hari Raya Idulfitri di Sragen di 7 titik, terpantau tidak ada peningkatan.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Suasana lalulintas di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pantauan arus mudik H-3 Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Sragen di tujuh titik, terpantau tidak ada peningkatan yang signifikan. 

Tujuh titik pemantauan arus mudik tersebut yakni, Jembatan Timbang Toyogo, simpang empat Pilangsari, Exit Tol Pungkruk Sidoharjo, rest area km 519 A dan B serta di simpang empat Gemolong.

"Terkait arus mudik angkutan Lebaran 2021 dari petugas kami, jajaran Polres, Dinas Kesehatan, Satpol-PP PP dan lain-lain."

"Hasilnya masih relatif tidak terlalu signifikan tingkatannya," kata Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Davit Hendrata, Senin (10/5/2021).

Sementara itu, pantauan Tribunjateng.com, Jalan Raya Sukowati Sragen terpantau ramai lancar. Meskipun intensitas kendraaan roda empat lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kendati terpantau landai, Davit mengatakan ketika Minggu kemarin terlihat pergerakan yang naik, namun saat ini kembali landai.

Lima hari setelah larangan mudik dari pemerintah, Davit mengatakan tidak banyak kendaraan yang diputarbalikkan. Meskipun ada hanya 3-5 kendaraan setiap harinya.

Sedikitnya kendaraan yang diputar balikkan dikarenakan letak Kabupaten Sragen yang berada di paling timur Jawa Tengah, sehingga sudah banyak kendaraan yang tersekat sebelum sampai Sragen.

"Arus mudik yang diputar balikkan di exit tol Pungkruk ada tetapi tidak banyak, paling 2-4 kendaraan. Karena Sragen berada di paling timur Jawa Tengah, sehingga sudah tersekat di exit toll masing-masing," lanjut dia.

Penyekatan kendaraan luar daerah sendiri dilakukan di dua titik yakni Jembatan Timbang Toyogo, Sambungmacan dan exit toll Pungkruk, Sidoharjo.

Pihaknya memprediksi masih akan ada pemudik, mengingat libur dimulai Rabu sampai dengan Minggu. Sehingga masih dimungkinkan ada celah masyarakat untuk mudik, meskipun beberapa hari.

"Rata-rata dari DKI Jakarta dan sekitarnya kalau dari Timur dari Surabaya sekitarnya. Kebanyakan memang merantau, bekerja disana dan pulang kampung," lanjut dia.

Davit tidak menangkal ada jalan yang tidak dijaga oleh petugas, sehingga dimungkinkan ada kendraaan atau pemudik yang lolos hingga kampung halaman. 

Namun guna menanggulangi persebaran kemungkinan Covid-19 akan tercover dari pihak desa yakni satgas Jogo Tonggo. Pemudik akan dilakukan swab test di masing-masing desa.

"Kami tetap menghimbau masyarakat tetap ikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik, mudik lewat virtual saja. Kita tidak pernah tau virus datang darimana, mengingat virus tidak terlihat," tandasnya. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved