Breaking News:

Askhabul Kahfi

Ibadah di Hari Raya Idul Fitri

Umat Islam memiliki banyak hari raya, satu di antaranya adalah hari raya Idul Fitri.

Istimewa
KH Masruchan Bisri, pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang 

Oleh: KH Masruchan Bisri
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang

UMAT Islam memiliki banyak hari raya, satu di antaranya adalah hari raya Idul Fitri. Dinamakan Idul Fitri karena ini merupakan siklus tahunan yang selalu datang dan pergi, berputar secara terus menerus. Karena sifatnya yang demikian inilah maka ia di sebut "Id" yang secara lughoh artinya ulangan atau putaran.

Di hari raya Idul Fitri umat Islam dituntut untuk melakukan beberapa amal ibadah, baik yang bersifat wajib maupun yang sunnah, yang bersifat wajib yaitu berupa zakat fitrah. Zakat fitrah hukumnya wajib bagi orang islam baik laki - laki maupun perempuan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, bahwa Rosulullah SAW memfardhukan zakat fitrah, berupa 1 sho` kurma atau 1 sho` gandum terhadap budak sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil maupun dewasa, dan Rosulullah SAW perintah untuk menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.

Zakat Fitrah seperti sujud sahwi dalam sholat, maksudnya, sujud sahwi dalam sholat untuk melengkapi kekurangan di dalam sholat apabila ada sunah ab`adh yang tertinggal, sedangkan zakat fitrah untuk melengkapi kekurangan di dalam puasa, seperti perbuatan yang tidak bermanfaat (lahwun) atau ucapan yang kotor (rofast).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah, Nabi bersabda:" Zakat Fitrah itu mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan dari ucapan kotor". Dan di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Jarir RA, Nabi bersabda :"Puasa di bulan Romadhon di gantungkan antara langit dan bumi, dan tidak akan di terima (dengan sempurna oleh Allah) kecuali dengan zakat fitrah".

Syarat Zakat Fitrah

Syarat zakat fitrah ada tiga, yaitu:

1) Orang Islam

2) Menemui dua waktu yaitu antara bulan Romadhon dan bulan Syawal. Seandainya ada bayi yang lahir sesaat sebelum maghrib di akhir bulan Romadhon dan memasuki permulaan bulan Syawal, maka bayi tersebut wajib di zakati seperti orang dewasa yaitu 1 sho` / 2,4 kg, kemudian dibulatkan menjadi 2,5 kg.

3) Mempunyai kelebihan harta pada malam hari raya dan siang harinya untuk kebutuhan dirinya dan orang - orang yang menjadi tanggungannya seperti anak, istri, orang tua dan lainnya.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved