Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Objek Wisata di Kabupaten Tegal Tetap Beroperasi Namun Dibatasi

Tak lupa Saidno juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga imun supaya aman saat berwisata, tetap sehat, dan terhindar dari Covid-19

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Ilustrasi petunjuk arah ke objek wisata Guci Kabupaten Tegal yang menjadi salah satu ikon wisata yang terkenal di kalangan masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Larangan mudik sedang berlangsung sejak tanggal 6-17 Mei 2021, namun untuk sektor pariwisata termasuk di wilayah Kabupaten Tegal masih beroperasi dengan beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal Saidno, pada Tribunjateng.com, Senin (10/5/2021).

Dijelaskan, untuk mengatur supaya masyarakat atau pengunjung wisata  tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, dibuatlah Surat Edaran Bupati nomor 451/18/B.769/tahun 2021 tentang "Pengendalian Antisipasi Dampak Libur Idul Fitri 1442 H di Kabupaten Tegal."

Menurut Saidno, adanya surat edaran Bupati tersebut mendasari instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 2021 pada 19 April tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, dan surat edaran ketua Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tanggal 7 April tentang peniadaan mudik pada bulan Ramadan dan hari raya idul fitri 1442 H.

Selain itu juga mendasari surat Gubernur Jateng nomor 451/0006659 tanggal 26 April tentang Pengendalian dan Antisipasi Dampak libur idul fitri 1442 H.

"Objek wisata baik yang dikelola Pemda, wisata Desa, swasta, dan lain-lain di wilayah Kabupaten Tegal masih tetap beroperasi namun ada pembatasan. Adapun aturan tersebut berlaku sampai tanggal 17 Mei 2021 atau sampai larangan mudik berakhir," jelas Saidno.

Adapun pembatasan yang dimaksud sesuai yang tertera di dalam surat edaran Bupati yaitu pembatasan daya tampung pengunjung maksimal 50 persen dari daya tampung yang tersedia.

Melakukan pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Adanya aturan pembatasan tersebut bertujuan untuk mengurangi resiko kerumunan antar pengunjung ketika sedang berada di dalam area wisata.

Sehingga harapannya antar pengunjung bisa menjaga jarak satu sama lain dan tidak berkerumun.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved