Breaking News:

Pedagang Pasar Karangpandan Jual Bumbu Masakan Kadaluwarsa Tahun 2017

Dinas Kesehatan Karanganyar temukan bumbu masakan instan sudah kadaluwarsa sejak tahun 2017.

Istimewa
Tim gabungan sidak di Pasar Jungke Karanganyar guna memastikan kondisi makanan dan minuman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar bersama BPOM Surakarta serta dinas terkait melakukan sidak di dua pasar tradisonal guna memastikan kondisi makanan dan minuman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Kasi Kefarmasian Makanan Minuman, dan perbekalan, DKK Karanganyar, Edi Antoro menyampaikan, sidak melibatkan empat tim masing-masing dua tim obat dan dua tim pangan.

Empat tim itu disebar ke dua pasar yang berada di Karangpandan dan Pasar Jungke.

"Tim obat menindaklanjuti hasil temuan kemarin di Pasar Jungke, kita evaluasi sejauh mana keberhasilan sidak tahun keamrin. Ada progres baik, mereka sadar obat keras tidak boleh diperjualbelikan secara bebas," katanya sata dihubungi Tribunjateng.com, Senin (10/5/2021).

Sesuai aturan obat keras dengan logo K warna merah hanya dapat diperjualbelikan minimal di apotek dan harus disertai resep dari dokter.

Meski demikian ada catatan dari tim obat soal obat bebas terbatas yang sering disalahgunakan. Lanjutnya, obat yang semestinya dijual di apotik, beberapa pedagang justu menjual obat itu di toko kelontong.

"Makanan kadaluarsa kita temukan. Ada yang mengandung formalin dan keruouk mentah merah mengandung bahan berbahanya Rodamin B," ucapnya.

Edi menambahkan, dari hasil sidak juga didapatkan bumbu masakan yang telah kadaluarsa.

"Ada 25 sachet yang digantung expired tahun 2017," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved