Breaking News:

Berita Karanganyar

Sebagian Warga Gerdu Karanganyar yang Diduga Keracunan Takjil Sudah Diperbolehkan Pulang

Warga di Dusun Puntuk Ringin Karanganyar yang diduga keracunan takjil sudah diperbolehkan pulang.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebagian warga di Dusun Puntuk Ringin RW 8 Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar yang diduga keracunan takjil sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Kepala Puskesmas Karangpandan, Wahyu Purwadi Rahmat mengatakan, ada 22 warga yang dibawa ke puskesmas.

"1 dirujuk ke RSUD, 12 rawat inap, dua observasi. Ada kemungkinan rawat inap atau rawat jalan dan 7 rawat jalan (atau pulang)," katanya kepada Tribunjateng.com.

Kebanyakan warga mengeluh pusing, panas, mual, muntah dan diare. Lanjutnya, sampel bahan makanan atau takjil yang disantap warga telah dibawa ke puskesmas. Selanjutnya akan dikirim ke Dinas Kesehatan Karanganyar untuk dilakukan uji laboratorium.

Dia belum bisa memastikan apakah warga tersebut memang keracunan takjil.

Terpisah Kades Gerdu, Very Kurnyanto menyampaikan, data sementara ada 29 warga yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas setempat karena mengalami gejala mual, muntah dan diare. Sedangkan data sementara warga RT 3 ada sekitar 30 orang.

Ambulance hilir mudik mengangkut warga selepas salat tarawih. Warga yang dilarikan ke RSUD Karanganyar dan Puskesmas Karangpandan kebanyakan anak-anak. Mereka sebelumnya diketahui usai menyantap takjil yang disediakan di masjid setempat pada Sabtu (8/5/2021).

Makanan yang disediakan berupa nasi bungkus oseng kacang panjang dan es buah. Warga yang menyantap takjil mulai mengeluh mual pada Minggu.

"Setiap maghrib di masjid ada takjil, itu giliran (menyedikan) warga RT 2 dan 3," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (9/5/2021) malam.

Takjil yang disediakan itu biasanya dibuat sendiri oleh warga. Usai menerima laporan adanya warga yang mengeluh mual, Very bersama bidan desa langsung ke rumah warga untuk mengecek kondisi kesehatan.

"Takjil itu sebenarnya untuk anak-anak TPA. Tapi sebagian ada yang dibawa pulang dan dimakan di rumah," ucpanya.

Selanjutnya, pihak desa mendirikan posko khusus  guna memantau kondisi kesehatan warga yang saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Very menuturkan, sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto guna mengupayakan pembiayaan warga yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved