Breaking News:

Berita Kebumen

Alun-alun Kebumen Ditutup saat Malam Lebaran, Bupati: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Karena itu, guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona, pemerintah memutuskan untuk menutup alun-alun

Istimewa
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Selasa (11/5/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan untuk menutup alun-alun Kebumen pada malam lebaran atau H-1 lebaran, Rabu (12/5/2021). Penutupan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keramaian yang berpusat di alun-alun.

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat melaksanakan shalat tarawih dan silaturahmi atau tarhim bersama di Masjid Miftahul Huda, Desa, Poncowarno, Kecamatan Poncowarno, Senin 10 Mei 2021.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, saat malam lebaran, kemungkinan besar akan terjadi penumpukan massa mengingat banyaknya masyarakat yang sudah mudik dari awal. 

Karena itu, guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona, pemerintah memutuskan untuk menutup alun-alun.

“Setelah dirapatkan bersama polisi, TNI dam Satgas Covid-19, kita memutuskan untuk menutup alun-alun pada malam lebaran, "ujarnya,  Selasa (11/5/2021) 

Penutupan ini sekaligus untuk menghindari kemungkinan adanya kegiatan takbir keliling. Bupati menegaskan, takbir keliling pada saat malam lebaran tidak diizinkan. Masyarakat diminta agar tetap di rumah saat malam lebaran. 

Penutupan alun-alun, kata Arif, akan dimulai pada Rabu, pukul 16.00 WIB. Kawasan alun-alun juga akan disemprot menggunakan disinfektan. Selanjutnya, petugas akan menyekat ruas jalan. 

Lampu alun-alun juga akan dipadamkan. Sehingga alun-alun benar-benar akan steril dari keramaian.

“Kita bersihkan alun-alun, karena pada saat hari H, alun-alun juga akan digunakan untuk shalat Idul Fitri. Jadi kita bersihkan dari awal,” jelas Bupati.

Dengan ditutupnya alun-alun, warga diminta agar tidak berjualan saat malam lebaran. Bupati mengingatkan kasus corona di Kebumen masih cukup tinggi. Rata-rata per hari ada 14 orang dinyatakan positif corona.

Diketahui, hingga hari ini jumlah pemudik yang melewati pos penyekatan berjumlah 6.000 lebih, kemudian dilaksanakan rapid antigen, ada 1 yang reaktif. Bupati meminta siapapun yang mudik untuk dikarantina mandiri selama 4 hari.  (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved