Breaking News:

Berita Regional

Fakta Baru 11 Debt Collector Pengeroyok Serda TNI Nurhadi Seusai Ditetapkan Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa 11 debt collector yang menghadang anggota TNI Serda Nurhadi saat hendak menolong warg

Tribunnews.com/Gita Irawan
Koordinator debt collector atau penagih utang yang mengadang Babinsa Ramil Semper Timur II/05 Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/Jakarta Utara Serda Nurhadi saat membantu warga yang sedang sakit, Hendry Liautumu, saat konferensi pers di Makodam Jaya Jakarta Timur pada Senin (10/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa 11 debt collector yang menghadang anggota TNI Serda Nurhadi saat hendak menolong warga, dan sudah ditetapkan tersangka semuanya tidak memiliki sertifikasi profesi resmi sebagai penagih utang.

"Jadi dari 11 tersangka semuanya tidak memiliki sertifikasi resmi dari SPPI. Dari mereka juga cuma satu orang yang diberi surat kuasa oleh perusahaan leasingnya, itupun dia tak memiliki sertifikasi atau ilegal," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/5/2021).

Yusri menjelaskan perusahaan leasing atau finance mengkuasakan penagihan pembiayaan atau pengembilan kendaraan ke sejumlah orang tanpa tahu kalau mereka tidak memiliki sertifikasi resmi.

Yusri menjelaskan untuk setiap debt collector yang melakukan penagihan atau pengambilan kendaraan yang kreditnya menunggak mesti dibekali sedikitnya oleh dua hal.

"Yakni harus ada surat kuasa dari perusahan leasing atau financenya, serta memiliki sertifikasi resmi dari SPPI," ujar Yusri.

Para debt collector resmi kata Yusri harus lulus dalam ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI).

"Jadi harus punya sertifikasi SPPI," ujarnya.

Sehingga kata Yusri jika ada debt collector datang dan mau mengambil kendaraan tanpa memiliki dua surat itu, maka masyarakat harus menolaknya.

"Jika dia ambil paksa, maka lapor ke Polisi. Mereka bisa dijerat Pasal 335 dan Pasal 365 KUHP soal pencurian dengan kekerasan. Yang ancamannya 9 tahun penjara," kata Yusri.

Seperti diketahui Polisi bersama aparat TNI menangkap 11 debt collector atau penagih utang yang viral melakukan penghadangan anggota TNI Serda Nurhadi saat mengemudikan mobil milik warga. Saat itu Nurhadi hendak menolong warga.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved