Breaking News:

Berita Slawi

Kunjungan Wisata ke Guci Masih Sepi, Diprediksi Lonjakan Terjadi Pada Akhir Pekan Setelah Lebaran

Meskipun akses jalan menuju objek wisata Guci via Clirit View Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal tidak berpengaruh terhadap kunjungan

istimewa
Suasana di objek wisata Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Selasa (11/5/2021). Area wisata masih terpantau lengang dari aktivitas pengunjung.  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Meskipun akses jalan menuju objek wisata Guci via Clirit View Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal sudah jauh lebih baik kondisinya, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah pengunjung. 

Bahkan menurut Kepala UPTD Objek Wisata Guci Ahmad Hasib, kondisinya masih cenderung sepi dan belum terjadi lonjakan yang signifikan, Selasa (11/5/2021). 

Hasib menyebut, banyak faktor yang mempengaruhi mengapa masyarakat enggan untuk berkunjung ke wisata utamanya objek wisata Guci. 

Di antaranya adanya kebijakan larangan mudik dan penyekatan dimana-mana, akses jalan di clirit view yang mungkin untuk sebagian pengunjung masih kurang nyaman, informasi di sosial media terkait jalan yang ambles, Guci longsor, dan lain-lain juga sangat berpengaruh. 

"Kalau sampai sekarang belum ada lonjakan pengunjung alias normal saja seperti hari-hari biasa, tapi kalau Rabu (12/5/2021) besok kami belum tahu. Karena kan hari libur lebaran mulai besok, sehingga ya saat ini kami belum bisa memastikan," tutur Hasib, pada Tribunjateng.com. 

Ditanya berapa jumlah rata-rata kunjungan per hari saat ini, Hasib mengatakan ia belum sempat melakukan pengecekan. 

Tapi intinya jumlah pengunjung belum ada lonjakan, tergolong sepi, dan sama seperti hari biasa sebelum adanya liburan. 

"Kalau ditanya prediksi lonjakan kunjungan kapan, setiap periode lebaran berbeda tapi biasanya hariha lebaran setelah dhuhur sudah mulai terjadi pergerakan pengunjung wisata. Puncaknya H+1 dan H+2 lebaran, nah karena H+1 nya tahun ini di hari Jumat maka saya prediksi tidak terlalu ramai. Paling tidak Sabtu dan Minggu nya (H+2 dan H+3) lebaran saya prediksi menjadi puncak kunjungan wisatawan," paparnya. 

Sedangkan untuk pemberlakuan jam operasional di objek wisata Guci sesuai Surat Edaran Bupati nomor 451/18/B.769/tahun 2021 tentang "Pengendalian Antisipasi Dampak Libur Idul Fitri 1442 H di Kabupaten Tegal, pembatasan jam buka operasional sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Maksud jam operasional disini, menurut Hasib berlaku untuk wahana wisatanya seperti di objek wisata Guci ada sepeda gantung, kereta gantung, baron hill, jasa naik kuda, dan lain-lain nah inilah yang harus tutup sampai pukul 17.00 WIB.  

Tapi untuk di retribusi utama atau bagian loket gerbang utama bukan 24 jam.

Mengapa demikian? Karena di area wisata Guci terdapat hotel, villa, homestay, atau penginapan. 

"Intinya kalau wahana wisata seperti kereta gantung, baron hill, dan lain-lain yang ada di Guci kami tutup pukul 17.00 WIB, sedangkan terkait area wisata Guci nya tetap kami buka 24 jam karena di dalam ada hotel, penginapan, villa. Mengingat pengunjung yang menginap kan bisa datang kapan saja jadi tidak bisa diprediksi apakah datang pagi, siang, malam," pungkasnya. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved