Breaking News:

Berita Banyumas

Perajin Selongsong Ketupat di Banyumas Kebanjiran Pesanan Menjelang Lebaran

Menjelang lebaran perajin selongsong ketupat di Banyumas kebanjiran pesanan.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Perajin selongsong ketupat di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas saat membuat ketupat, Selasa (11/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Menjelang lebaran perajin selongsong ketupat di Banyumas kebanjiran pesanan.

Dalam tiga hari terkahir, Sukati (44) seorang peng

Perajin selongsong ketupat di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas saat membuat ketupat, Selasa (11/4/2021).
Perajin selongsong ketupat di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas saat membuat ketupat, Selasa (11/4/2021). (Tribun Jateng/Permata Putra Sejati)

rajin ketupat asal Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas sudah membuat 22 ribu ketupat.

Tidak hanya menjual selongsong ketupat Sukati juga menjual ketupat yang sudah matang. 

Desa Datar menjadi sentra pembuatan ketupat di Banyumas. Tepatnya di RT 1 RW 1 ada sekitar 10 keluarga yang bekerja sebagai pengrajin selongsong ketupat.

Ketupat-ketupat itu di distribusikan di pasar-pasar di Banyumas, contohnya adalah di Pasar Wage, Purwokerto.

Satu bendel berisi 10 biji dan dihargai Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu. 

Jika di rata-rata para pekerja bisa membuat sekitar 5 ribu per hari.

Usaha pembuatan ketupat milik Sukati sudah berjalan sekitar 16 tahun.

"Prosesnya pertama ya menganyam kemudian diisi beras, lalu di masukan ke dandang berisi air, dan dikukus selama 7 jam," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (11/5/2021). 

Menurutnya, kunci pembuatan ketupat agar enak adalah di durasi masak yang cukup lama sehingga membuatnya terasa sangat lembut.

Sukati mengaku ketupat dari janur lebih banyak diminati ketimbang ketupat dari plastik. Selain lebih tahan lama, tetapi juga lebih aman dan ramah lingkungan.

Karena saking banyaknya permintaan, dia akhirnya juga menambah karyawan. Yang biasanya hanya dibantu dua orang, kini dibantu oleh lima orang pekerja.

Selama pandemi ini, ia mengaku tidak mengalami dampak secara langsung, karena nyatanya masih bisa menerima banyak pesanan. (*)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved