Breaking News:

PT Semen Gresik

SG Bersama Dinas Koperasi dan UKM Jateng Dorong Pengembangan Bisnis Batik Lasem

Batik tulis Lasem, kata Dharma, adalah kearifan lokal yang bisa dieksplorasi lebih maksimal.

IST
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengapreasi SG yang antusias dan tanggap untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendampingan DNA brand dan pelatihan strategi pengembangan bisnis batik Lasem di tengah persaingan industri kreatif, Sabtu (8/5/2021) 

TRIBUNJATENG.COM , REMBANG - Semen Gresik (SG) mendukung penuh upaya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah untuk mengangkat batik Lasem sebagai warisan budaya lokal menjadi produk UKM yang memiliki brand dan bernilai bisnis tinggi.

Bentuk support tersebut dengan memfasilitasi dua kegiatan, yaitu Pendampingan DNA Brand Batik Lasem tanggal 6-7 Mei 2021 dan Pelatihan Pengembangan Bisnis Batik Lasem pada 8-9 Mei 2021 yang digelar di Rumah BUMN Rembang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengapreasi SG yang antusias dan tanggap untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendampingan DNA brand dan pelatihan strategi pengembangan bisnis batik Lasem di tengah persaingan industri kreatif.

Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021)
Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021) (Istimewa)

Ema melanjutkan, batik Lasem melegenda karena punya corak dan warna yang indah, serta bernuansa multikultural.

Sayang, mayoritas produknya hanya sebatas kain belum menjadi fashion yang Ready to Wear.

Padahal di masa pandemi ini, orang cenderung menyukai baju.

Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021)
Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021) (Istimewa)

‘’Maka kita dorong agar batik Lasem dimanfaatkan untuk produk fashion yang siap pakai, bisa model kasual atau blazer,'' kata Ema, Senin (10/5).

Ditambahkan dia, peserta kegiatan tiap hari ada 15 orang yang berasal dari tiga elemen yaitu komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang punya Jurusan Fashion) dan Rembang Fashion Community.

Konsultan fashion dan desainer kenamaan Lisa Fitria turut dihadirkan sebagai tenaga ahli dalam program pengembangan bisnis batik Lasem ini.

Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021)
Antusiasme para peserta yang berasal dari tiga elemen yaitu, komunitas rumah batik, lembaga pendidikan (SMKN 1 Sedan yang memiliki Jurusan Fashion), dan Rembang Fashion Community dalam mengikuti rangkaian pelatihan. (Sabtu, 08 Mei 2021) (Istimewa)

Kepala Unit Komunikasi dan CSR SG Dharma Sunyata menegaskan, dukungan atas kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial SG sebagai fasilitator dalam meningkatkan kualitas SDM para pelaku UKM batik Lasem sehingga mereka mampu berinovasi saat merambah dunia fashion.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved