Breaking News:

Berita Semarang

Terapkan Prokes Ketat Saat Salat Id, Takmir Masjid Agung Semarang: Jemaah Tak Usah Jabat Tangan

Masjid Agung Semarang akan menggelar salat Idulfitri dengan protokol kesehatan ketat.

Istimewa
Suasana Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, Kota Semarang, Jumat (20/3/2020) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masjid Agung Semarang akan menggelar salat Idulfitri dengan protokol kesehatan ketat. Penerapan protokol kesehatan secara ketat sudah biasa dilakukan saat salat Jumat maupun salat berjamaah selama masa pandemi Covid-19.

Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail mengatakan, setiap jamaah wajib menggunakan masker. Mereka akan dicek suhu tubuh menggunakan thermogun. Pihaknya telah menyiapkan petugas cek suhu sekaligus petugas yang memberi hand sanitizer sebelum masuk lingkungan masjid.

"Kami juga siapkan tempat cuci tangan di tempat wudhu maupu siapkan tenaga untuk memberi hand sanitizer kepada jemaah," papar Hanief saat dihubungi Tribun Jateng, Selasa (11/5/2021).

Lebih lanjut, Hanief memaparkan, takmir masjid juga telah mengatur jarak shaf salat. Jika sudah penuh, pihaknya tidak akan memaksakan jamaah masuk. Takmir akan mengarahkan untuk menempati halaman masjid ataupun di luar gerbang.

"Karena melihat sikon banyak yang tidak mudik, saya kira tidak akan sampai meluber sampai di jalan," ujarnya.

Hanief juga membatasi durasi khutbah maksimal 20 menit. Batasan durasi itu sudah berjalan setiap salat Jumat bahkan sebelum masa pandemi pembatasan durasi khutbah sudah diterapkan agar tidak terlalu lama.

Hanief mengimbau seluruh jamaah untuk menaati protokol kesehatan. Dia juga mengingatkan jamaah tidak usah saling berjabat tangan ketika saling meminta maaf untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta musala dan masjid di masing-masing kampung untuk menggelar salat Idulfitri. Dengan pilihan lokasi salat Ied yang banyak akan mencegah potensi kerumunan. Di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat tidak melakukan takbir keliling pada malam takbiran.

"Kalau takbirnya di mushola atau masjid ya udah disitu saja tidak usah keliling-keliling," imbau Hendi, sapaannya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved