Breaking News:

Berita Demak

Buron 6 Tahun, Ali Imron Pelaku Pencabulan di Dempet Demak Ditangkap di Taiwan

Pelariannya berhenti setelah beberapa personel kepolisian Polres Demak dan Divhubinter Mabes Polri menangkapnya di Taiwan,  pada 30 April 2021 lalu

ISTIMEWA
Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama saat gelar perkara terkait pelaku pencabulan di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, yang ditangkap di Taiwan akhir April 2021 lalu 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sia-sia sudah usaha Ali Imron (30), pelaku pencabulan di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, melarikan diri hingga ke luar negeri.

Pelariannya berhenti setelah beberapa personel kepolisian Polres Demak dan Divhubinter Mabes Polri menangkapnya di Taiwan,  pada 30 April 2021 lalu

Ia ditangkap  setelah lebih 6 tahun menjadi buronan.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama mengatakan, penyidik telah menetapkan tersangka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2015.

Tersangka, kata dia, kabur setelah terbukti melakukan pencabulan di bawa umur.

Adapun  E, inisial korban, saat dicabuli masih berusia 13 tahun.

Berdasarkan keterangan tersangka, dia memiliki hubungan pacaran dengan sang korban. Dia mengakui telah mencabuli korban selama dua kali.

Dua aksi bejat tersebut dilakukan di rumah tersangka, di Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, pada 2014 lali.

AKBP Andhika menambahkan setelah terjadi pencabulan korban mengalami trauma sehingga orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak.

Tapi tersangka kabur dan kemudian diketahui berada di Taiwan menjadi seorang TKI.

"Kami lakukan penyelidikan dan kami berkoordinasi dengan Imigrasi, Divhubinter Mabes Polri.

(Kemudian) kami (Polres Demak) dengan Divhubinter Mabes Polri berangkat ke Taiwan untuk menangkap tersangka," beber perwira polisi berpangkat melati dua itu, kepada Tribun Jateng, Rabu, (12/5/2021).

Menurutnya, pelaku disangkakan Pasal 81 Ayat (2) atau UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun.

Denda paling banyak Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta.

Adapun barang bukti yang diamankan, yakni 1 kaos pendek warna putih, 1 celana pendek warna hijau, kuning, 1 kaos warna putih, 1 handphone Nokia hitam biru.(yun).

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved