Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Idul Fitri 2021

Khutbah Idul Fitri Syawal Bulan Peningkatan Amal

Berikut materi khutbah idul fitri dengan tema Syawal Bulan Peningkatan Amal yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Semarang.

Tayang:
MOSLEMWORLD
Khutbah idul fitri syawal bulan peningkatan amal 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut materi khutbah idul fitri dengan tema Syawal Bulan Peningkatan Amal.

Sesuai tema khutbah ini mengenai Idul Fitri sebagai hari raya umat muslim yang jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Khutbah singkat mengenai Idul Fitri ini harapannya bisa menjadi materi pembantu bagi khatib.

Baca juga: Amalan-amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Meski Dikerjakan di Rumah

Baca juga: Ucapan Idul Fitri Lebaran 2021 Dalam Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa Dibagikan WA IG FB

Baca juga: TADARUS: Idul Fitri dan Kemenangan Sejati

Selain itu khutbah ini bisa menjadi bacaan bagi semua muslim guna meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selengkapnya simak materi khutbah idul fitri yang dikutip dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman, Simpanglima Semarang.

Khutbah I

الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ،

أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسولُه،

اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد:

فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, kita sanjungkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jallah yang telah memberi kekuatan kepada kita baik lahiriyah maupun batiniyah.

Sehingga kita dapat menyempurnakan program ramadhan dengan tanpa halangan suatu apapun.

Syukur kita antara lain kita apresiasikan dengan mengumandangkan kalimat suci takbir, tahmid dan tahlil, mengeluarkan zakat dan salat Idul Fitri serta haram puasa.

Semoga seluruh rangkaian ibadah ramadhan kita, mampu mengangkat kita orang mukmin memperoleh derajat paling bergengsi, ialah menjadi orang bertakwa. Amin.

Kumandangnya kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sempat menyegarkan kembali ingatan kita pada peristiwa yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah atau 14 abad lampau.

Dimana Rasulullah SAW pulang dari Perang Badar dengan membawa kemenangan yang maksimal.

Padahal saat itu kualitas dan kantitas pasukan Islam jauh di bawah kalitas dan kantitas pasukan kafir.

Tidak hanya itu, pada Perang Badar Abu Jahal yang merupakan tokoh sentral kekuatan tentara kafir dibunuh oleh Mu’adz bin Afra dan kepalanya dipancung oleh Abdullah bin Mas’ud.

Kejadian ini dilaporkan kepada baginda Rasulullah SAW.

Menerima laporan ini Rasulullah SAW seketika sujud syukur sambil mengucapkan kalimat tahmid.

"Segala puji bagi Allah yang janjinya senantiasa benar, yang telah menolong hamba-Nya, yang telah memuliakan tentara-Nya, dan yang telah menghalau pasukan musuh dengan kekuatan-Nya sendiri."

Kini baru saja kita selesai menunaikan training akbar yaitu ibadah selama bulan Ramadhan.

Maka nampak wajah-wajah bersih, bersinar disertai senyum menawan menghiasi wajah muslimin-muslimat sebagai tanda diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya sambil berdoa.

"Semoga Allah SWT menjadikan kita golongan orang yang kembali bersih suci dari dosa dan memperoleh keberuntungan."

Hadirin jamaah salat idul fitri rahimakumullah,

Sesudah kita diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya, lalu apa yang harus kita lakukan?

Diam saja? Tidak.

Tawakal tanpa ikhtiar? Jangan.

Berbangga-bangga karena tidak punya dosa? No.

Allah SWT memberikan bimbingan dengan firman-Nya:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ، وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan–mulah hendaknya kamu berharap." (QS Al Insyirokh ayat 7-8)

Untuk merespons petunjuk Allah SWT ini, minimal ada 2 hal yang harus kita lakukan sesudah Idul Fitri ini, ialah menjaga atau mempertahankan ibadah bulan Ramadhan dan meningkatkan amal salih.

1) Mempertahankan

Dalam dunia lomba apapun perlombaannya, ada ungkapan, 'Mempertahankan kejuaraan itu lebih berat daripada meraih menjadi juara'.

Piala 'Muttaqin' yang diraih orang mukmin dengan aktivitas Ramadhan sebagaimana tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 183, insyaallah sudah kita raih, piala Muttaqin itu.

Untuk mempertahankan prestasi itu, ibadah-ibadah dalam bulan Ramadhan menjadi ibadah andalan.

Seperti salat malam, puasa, dermawan, tadarus dan sebagainya harus kita laksanakan juga selama 11 bulan di luar Ramadan.

Jika Ramadan itu sebagai bulan pelatihan, maka 11 bulan di luar Ramadan adalah action atau praktiknya.

2) Meningkatkan amal salih

Sesudah bulan Ramadan adalah bulan Syawal.

Syawal artinya berkembang atau meningkat.

Allah SWT menamakan bulan Qomariyah yang ke-10 dengan Syawal mengandung makna supaya hamba-Nya pada bulan Syawal meningkatkan amal salihnya.

Meningkat kualitas maupun kuantitasnya, baik untuk Tuhan-nya maupun lingkungan hidupnya.

Hal ini seiring dengan semakin bertambahnya kontrak hidup kita sebagaimana dituntunkan Rasulullah SAW.

"Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sejelek-jelek orang adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amal perbuatannya." (HR Ahmad dari Abi Bakrah).

Hadirin jamaah salat idul fitri rahimakumullah,

Sebagai kesimpulan khutbah idul fitri ini;

1) Nilai-nilai ibadah ramadan baik itu ibadah mahdhah maupun ibadah sosial harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari selama 11 bulan di luar ramadan.

2) Disamping menjaga prestasi ibadah ramadan, kita harus meningkatkan amal salih, sejalan dengan perjalanan kita semakin dekat dengan liang lahat (kubur).

Akhirnya, semoga Allah SWT memberikan tambahan kekuatan lahir dan batin untuk menggapai predikat husnul khatimah. Amin ya Rabbal 'alamin.

Khutbah II

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُولُهُ، فَاللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أما بعد

فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ،

وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ وَصَلِّ اللّٰهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ،

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ،

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ،

اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيْمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Demikian materi khutbah singkat Idul Fitri, semoga bermanfaat. (amk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved