Berita Internasional

Pria Ini Tembak Mati 6 Orang di Pesta Ulang Tahun karena Kesal Tak Diundang

Di Colorado, seorang pria bersenjata api membunuh 6 orang dalam pesta ulang tahun.

Via Intisari
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM, DENVER - Di Colorado, seorang pria bersenjata membunuh 6 orang dalam pesta ulang tahun.

Dia melakukannya karena kesal tidak diundang.

Polisi setempat mengatakan, Teodoro Macias (28 tahun) menembak mati pacarnya, Sandra Ibarra-Perez (28 tahun) dan 5 kerabat lainnya, sebelum menembak dirinya sendiri.

Baca juga: Ini Kawasan Segitiga Hitam yang Dikuasai KKB Papua, Hanya Bisa Ditempuh Kendaraan Khusus

Baca juga: Ini Alasan Asnawi Mangkualam Ingin Hengkang dari Ansan Greeners Klub Liga 2 Korea Selatan

Baca juga: Hasil Lengkap, Jadwal, Klasemen dan Top Skor La Liga Spanyol Barcelona Tampil Mengecewakan Lagi

Baca juga: Putri Primus Yustisio dan Jihan Fahira Beranjak Gede, Kini Mondok dan Makin Cantik, Ini Foto-fotonya

Melansir BBC pada Rabu (12/5/2021), serangan itu terjadi di Canterbury Mobile Home Park di Colodaro Springs pada Minggu pagi waktu setempat (9/5/2021).

Polisi mengatakan pria bersenjata Colorado Springs itu sebelumnya telah memiliki "konflik" dengan kerabatnya yang ditembak, dalam suatu acara sekitar sepekan yang lalu.

Selain itu, pria itu dikenal sebagai pacar pecemburu yang posesif.

Kepala Polisi Colorado Springs, Vince Niski berkata, "Ketika dia (Macias) tidak diundang ke pertemuan keluarga, tersangka menanggapi dengan melepaskan tembakan."

Niski mengungkapkan bahwa pelaku "menunjukkan masalah kekuasaan dan kendali" dalam menjalin hubungan dengan pacarnya selamasekitar 1 tahun.

Namun, ia tidak memiliki catatan kriminal.

Polisi menemukan 17 selongsong di lokasi kejadian.

Dalam peristiwa itu, 3 remaja berhasil lolos dari serangan karena meninggalkan pesta terlebih dahulu untuk mengambil barang dari tetangga, tak lama sebelum penembakan terjadi.

Sekembalinya mereka ke lokasi kejadian, suasana pesta sudah kacau, kata polisi Letnan Joe Frabbiele dalam konferensi pers.

 
Tiga anak berusia 2, 5 dan 11 tahun menjadi saksi hidup dalam kejadian penembakkan tersebut.

Mereka tidak terluka secara fisik, menurut laporan polisi Letnan Joe Frabbiele dalam konferensi pers.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved