Breaking News:

Berita Kendal

Ratusan Warga Berburu Kembang di Depan Pasar Weleri Jelang Lebaran

Menjelang Lebaran, ratusan warga Kendal dan sekitarnya berburu bunga saat Pasar Kembang.

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Warga Kendal berburu kembang saat Pasar Kembang jelang Lebaran Idulfitri di depan Pasar Weleri, Rabu (12/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Menjelang Lebaran Idulfitri 1442H, ratusan warga Kendal dan sekitarnya berburu bunga saat Pasar Kembang depan Pasar Weleri yang terbakar. Meski dalam suasana Covid-19, tradisi tahunan jelang perayaan Hari Raya Idulfitri ini tetap diminati masyarakat.

Warga Kendal berburu kembang saat Pasar Kembang jelang Lebaran Idulfitri di depan Pasar Weleri, Rabu (12/5/2021).
Warga Kendal berburu kembang saat Pasar Kembang jelang Lebaran Idulfitri di depan Pasar Weleri, Rabu (12/5/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

Bahkan, pedagang bunga dari luar Kendal seperti Ungaran Kabupaten Semarang pun berdatangan untuk mencari rupiah. Mereka sudah bersiap menyambut para pembeli selepas waktu Subuh.

Pedagang asal Bandungan, Kabupaten Semarang, Arofiah mengatakan, jauh-jauh dari daerah atas sengaja turun ke Kendal untuk mencari tambahan penghasilan menjelang Lebaran. Ia pun mengesampingkan dahulu pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan momen pasar kembang agar pendapatan menambah. 

"Setiap tahun menjelang Lebaran ini memang saya berjualan kembang di Pasar Weleri. Tujuannya cari nafkah saja. Kalau mikir corona terus, kami bisa tidak makan," terangnya.

Kata Arofiah, jenis bunga yang paling dicari adalah mawar, krisan dan bunga sedap malam yang dijadikan sebagai hiasan dan pengharum ruangan. Sementara bunga tabur digunakan untuk nyekar di makam. 

"Harga bunga krisan per batang Rp 30 ribu, bunga sedap malam Rp 25-30 ribu, bunga mawar satu batang Rp 15 ribu. Kalau model paket berkisar Rp 25 -125 ribu tergantung banyaknya bunga," terangnya, Rabu (12/5/2021).

Menumpuknya pedagang dan pembeli bunga dalam Pasar Kembang membuat pengunjung saling berdesakkan. Kondisi ini membuat protokol kesehatan sosial distancing terabaikan karena kebutuhan. Dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Seorang pembeli, Elish mengatakan, ia memberanikan diri mencari bunga untuk Lebaran karena sudah menjadi tradisi tahunan. Guna membuat warna baru di rumahnya, Elish pun membeli beberapa macam bunga seperti sedap malam dan krisan untuk menciptakan warna baru rumahnya.

"Kalau bunga tabur biasa dipakai untuk nyekar atau ziarah kubur. Satu bungkus Rp 5 ribu terdiri dari 4 macam bunga," ujarnya.

Pedagang lain, Lia mengatakan, khusus pada setiap momen Lebaran, ia sering membeli bunga tabur untuk nyekar di kuburan. Terutama makam keluarga atau makam leluhur desanya. 

"Ya ini tradisi turun temurun keluarga kami dan mungkin juga keluarga seluruh masyarakat di Weleri Kendal, saat menjelang Lebaran Idulfitri dengan mencari kembang-kembang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved