Breaking News:

Berita Slawi

Jumlah Pemudik di Kabupaten Tegal Sebanyak 18.116 Orang Kumulatif per 18 April - 13 Mei 2021

Pada momen lebaran 1442H/2021 jumlah kedatangan pemudik ke Kabupaten Tegal sebanyak 18.116 orang. Data tersebut akumulasi sejak tanggal 18 April.

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pada momen lebaran 1442H/2021 jumlah kedatangan pemudik ke Kabupaten Tegal sebanyak 18.116 orang. Data tersebut akumulasi sejak tanggal 18 April - 13 Mei 2021.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Kabupaten Tegal Uwes Qoroni, pada Tribunjateng.com, Jumat (14/5/2021).

Uwes menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh peningkatan jumlah pemudik di Kabupaten Tegal signifikan terjadi sejak 4 Mei 2021 yaitu sebanyak 2.625 orang.

Kemudian pada 5 Mei 2021 kembali meningkat menjadi 4.372 orang.

Pada 6 Mei 2021 naik menjadi 7.081 orang, tanggal 7 Mei naik lagi menjadi 10.112 orang.

Tanggal 8 Mei semakin meningkat jadi 12.188 orang, tanggal 9 Mei di angka 13.666 orang, tanggal 10 Mei ada 16.060 orang, sampai hariha lebaran tanggal 13 Mei kemarin total ada 18.116 orang.

"Kalau melihat data, jumlah pemudik yang ke Kabupaten Tegal tahun ini jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan tahun kemarin. Karena hariha lebaran tahun ini di angka 18.116 orang, kalau tahun kemarin tembus 65 ribu orang," jelas Uwes.

Sementara itu, terkait laporan pelaksanaan rapid tes antigen untuk para pemudik sejak tanggal 7 - 11 Mei 2021 di beberapa Puskesmas Kabupaten Tegal, total ada 3.184 pemudik yang sudah melaksanakan rapid tes. 

Dari jumlah 3.184 orang ini, sebanyak 3.156 orang yang hasilnya menunjukan negatif, dan 28 orang menunjukan hasil positif Covid-19. 

Adapun jumlah tersebut diperoleh dari 29 Puskesmas tersebar di wilayah Kabupaten Tegal

"Dari 29 Puskesmas yang melaksanakan rapid tes antigen, ada empat lokasi yang jumlah pemudiknya paling banyak yaitu Puskesmas Bumijawa ada 1.194 orang, Puskesmas Jatinegara ada 2.112 orang, Puskesmas Balapulang ada 1.250 orang, dan Puskesmas Lebaksiu ada 1.398 orang," terangnya. 

Adapun penurunan jumlah pemudik tahun ini, menurut Uwes dipengaruhi kebijakan larangan mudik, sosialisasi yang masif, dan pengetatan di lapangan seperti penyekatan sehingga hasilnya sangat jauh jika dibandingkan tahun 2020 kemarin. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved