Breaking News:

Penjual Lopis Musiman Menjamur di Pekalongan : Lebaran Tak Lengkap Tanpa Lopis

Para penjual lopis musiman menjamur di sejumlah jalan protokol di Kota Pekalongan, Jumat (14/5/2021).

Penulis : Iwan Arifianto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Para penjual lopis musiman menjamur di sejumlah jalan protokol di Kota Pekalongan, Jumat (14/5/2021).

Di antaranya Nining Noviani yang berjualan di Jalan WR Supratman, Panjang Wetan, Pekalongan Utara.

Dia mengaku, sudah 10 tahun menjadi penjual lopis saat H+2 hingga H+8 lebaran atau disebut syawalan.

"Dari awal jualan sudah di sini, dulu sendiri sekarang sudah ramai sama penjual lain," katanya kepada Tribunjateng.com.

Nining menjual tiap lopis seharga Rp8 ribu.

Jika pembeli ingin menambah parutan kelapa dan saus kinca gula merah kental maka pembeli cukup tambah biaya Rp2 ribu.

Total sehari dia mampu menjual 50 lopis.

Dia buka lapak berupa meja dari  pukul 08.00 - 17.00.

"Pembeli sudah langganan.

Ada juga rombongan dari Jakarta dan Semarang tiap tahun mampir," bebernya.

Ketika pandemi baginya tak jadi kendala.

Pembeli masih saja berdatangan lantaran ingin menikmati lopis saat lebaran.

"Bagi warga Pekalongan lebaran belum lengkap kalau belum santap lopis jadi ada pandemi atau tidak tetap laris," bebernya.

Hal yang sama dialami Warsi yang tetap meraup keuntungan berjualan lopis saat pandemi Covid-19.

Setiap hari dia mampu membawa 30 hingga 50 lopis yang diambil dari pembuat lopis Krapyak, Pekalongan.

"Jadi yang dijual lopis asli Krapyak yang rasanya khas enak disantap dengan parutan kelapa," katanya. 

Penulis: iwan Arifianto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved