Breaking News:

Berita Demak

Pantai Glagahwangi di Demak, Destinasi Idaman saat Lebaran

Pantai Glagah Wangi Istambul di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Demak bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan libur lebaran tahun ini

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pantai Glagah Wangi Istambul di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Demak bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan libur lebaran tahun ini. Destinasi wisata yang terbilang baru itu menawarkan bermacam fasilitas yang bakal memanjakan setiap pengunjung.

Hanya saja, kondisi pandemi saat ini pengelola mensyaratkan bagi setiap pengunjung untuk mengenakan masker dan cuci tangan sebelum masuk ke lokasi wisata.

Untuk sampai ke lokasi tujuan, dari jalur Pantura tepatnya dari Jembatan Wonokerto langsung saja ambil saja arah Desa Tambakbulusan yang berjarak sekitar 11 kilometer. Setelah sampai di Desa Tambakbulusan, pengunjung tak perlu khawatir karena sudah ada papan penunjuk arah.

Di lokasi wisata, pengelola telah menyediakan lokasi parkir yang luas. Setelahnya pengunjung akan diarahkan ke dermaga perahu. Di sana telah bersandar sejumlah perahu yang siap mengantarkan wisatawan ke lokasi tujuan.

Sekira setengah kilometer pengunjung bakal menikmati perjalanan dari atas perahu. Perahu akan bersandar di dermaga kecil yang terletak di antara rerimbunan pohon mangrove.

Untuk sampai ke bibir pantai pengunjung bakal melewati trek jalan kayu di antara rimbunnya mangrove. Mangrove di sana pun bermacam jenis. Sedikitnya ada 17 jenis mangrove berbeda yang bakal dijumpai. Mulai dari acanthus ebrateatus sampai avicennia marina.

Mulai dari parkir, naik perahu, menikmati mangrove, hingga sampai ke pantai, setiap pengunjung hanya cukup bayar Rp 15 ribu. Sangat bersahabat di kantong, bukan?

Siang itu, Sabtu (15/5/2021), terik begitu menyengat. Namun para pengunjung seperti tak pantang meski untuk datang. Semakin siang para pengunjung semakin banyak yang tiba di pantai. Meski saat yang bersamaan terdapat pula pengunjung yang pulang. Ibaratnya mbanyu mili.

Mereka yang datang umumnya hanya wisatawan lokal Demak. Paling mentok wisatawan itu datang dari daerah sekitar Demak. Dari Semarang misalnya. Hal itu bisa dilihat dari pelat nomor kendaraan para pengunjung yang terparkir.

Salah seorang pengunjung, Fatqiyah (38), berikut suami dan dua anak lelakinya sengaja mampir setelah berkunjung lebaran di rumah teman yang berada di Demak. Kedatangannya ke Pantai Glagahwangi ini merupakan yang pertama.

"Bagus pantainya," ucap pengunjung asal Gunungpati, Kota Semarang.

Dengan segenap fasilitas yang ditawarkan, jika dibandingkan dengan harga tiketnya, menurut Fatqiyah terbilang murah. Bahkan dia berencana untuk kembali berkunjung.

"Keluarga besar nanti tak ajak ke sini," kata dia.

Di bibir pantai yang berpasir kehitaman, pengunjung bisa menikmati deburan air laut yang tidak begitu besar dengan duduk santai beralaskan tikar sewaan.

Kemudian bagi yang gandrung swafoto, bisa menyalurkannya dengan berfoto di dermaga yang dilengkapi tulisan Pantai Glagah Wangi Istambul sebagai latar.

Air yang jernih membuat sejumlah pengunjung memilih berenang daripada berdiam diri di bibir pantai. Terdapat juga jasa sewa pelampung.

Meski begitu, terdapat pemandangan yang kurang sedap, yakni tumpukan sampah di sepanjang pantai. Umumnya sampah itu berupa ranting kayu maupun sampah plastik. Kemudian, meski sudah diwajibkan mengenakan masker terdapat pula sejumlah pengunjung yang nekat melepasnya saat di pantai.

Saat ini merupakan hari kedua objek wisata itu dibuka setelah tutup pada hari pertama lebaran. Hari pertama dibuka, sedikitnya ada 400 wisatawan dalam sehari yang datang. Kemudian untuk hari kedua ini, dipastikan pengunjung kian bertambah. Menjelang siang saja terhitung pengunjung sudah tembus 400 orang.

Objek wisata tersebut mulai dibuka pada November 2019. Pengelolanya yakni BUMDes Istambul Karya. Pengelola menyadari bahwa sampai saat ini masih cukup kerepotan menangani persoalan sampah di pantai. Ditambah ancaman abrasi yang bisa menggerus bibir pantai.

Salah seorang anggota BUMDes Istambul Karya, Jumanto (40), mengatakan, sampah yang menumpuk di pantai itu merupakan kiriman dari Sungai Jragung maupun Tuntang. Dua sungai yang bermuara di Tambakbulusan itu, katanya, memiliki andil cukup besar dalam menyetok sampah. Meski sudah dibersihkan, kalau terdapat kiriman mau bagaimana lagi.

Memang kondisi pantai saat ini sedikit berubah. Hal itu berawal dari cuaca ekstrem disusul abrasi yang terjadi pada Desember 2020 mengakibatkan bibir pantai tergerus sekitar 25 meter. Kemudian juga terdapat sejumlah pohon sebagai peneduh yang kemudian tumbang.

"Kami rencana juga bakal membuat penahan ombak untuk mengatasi abrasi," katanya. (*)

ASN Pati Mulai Masuk Hari Ini, Yang Bolos Akan Dipotong Tunjangannya

Baca juga: Desy Ratnasari Sedih Ibunda Terpapar Covid, Tak Rayakan Idulfitri Bersama

Tak Tahu Kantor Dipasang CCTV, Dua Oknum Polisi Berhubungan Intim saat Jam Kerja, Videonya Viral

Baca juga: Ini Detik-detik 16 Orang Selamatkan Diri Kala Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved