Breaking News:

Sesaji Rewanda 

Tradisi Sesaji Rewanda Warga Talun Kacang Kota Semarang Tahun Ini

Di saat sang surya masih malu menampakan sinarnya, warga RW 03 Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy

Usai ditata, warga Talun Kacang kembali melantunkan doa-doa diiringi dendangan tembang dolanan Jawa yaitu Lir Ilir.

Tak begitu lama, monyet ekor panjang pun semakin bertambah banyak, dan menunggu sesaji dibagikan. 

Usai prosesi selesai, warga yang mayoritas mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19 itu, mulai mengambil nasi bungkus maupun hasil bumi secara tertib. 

Sembari menikmat nasi bungkus yang sering disebut masyarakat sekitar Nasi Ketek atau nasi monyet. Beberapa warga juga memberikan bungkusan nasi tersebut ke kawanan monyet ekor panjang. 

Alhasil di puncak Sesaji Rewanda, warga Talun Kacang dan ratusan monyet ekor panjang, menikmati nasi bungkus dan hasil bumi bersama-sama. 

Dijelaskan Danu Kasno, Ketua RW 03 Kelurahan Kandri, yang ikut memimpin pelaksanaan Sesaji Rewanda, lewat prosesi tersebut warga ingin menjaga tradisi para leluhur. 

"Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama, sebagai warga Talun Kacang kami meneruskannya agar tidak hilang, istilahnya nguri-nguri budaya," jelasnya saat ditemui Tribunjateng.com di di Obyek Wisata Goa Kreo, Sabtu (15/5/2021).

Dilanjutkannya, awalnya tradisi itu bernama Nyadran Guo, namun berubah nama menjadi Sesaji Rewanda

"Pelaksanaannya setiap H+3 Lebaran setiap tahun. Sesaji Rewanda selalu dilaksanakan pagi hari, dengan mambawa sesaji berupa nasi bungkus, serta gunungan hasil bumi," paparnya. 

Danu menuturkan, tempat Sesaji Rewanda dipusatkan di puncak bukit atau di batu tetenger, yang dipercaya sebagai tempat bertapa Sunan Kalijogo. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved