Larangan Mudik Jateng

Dampak Larangan Mudik, Pusat Oleh-Oleh Sawangan Purwokerto Sepi Pembeli

Pandemi yang masih melanda ditambah dengan aturan larangan mudik, membuat pusat oleh-oleh di Sawangan Purwokerto tidak banyak dikunjungi pembeli. 

Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati
Deretan penjual getuk goreng dan mendoan oleh-oleh khas Banyumas di Sawangan. 

Penulis: Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO
Pandemi yang masih melanda ditambah dengan aturan larangan mudik, membuat pusat oleh-oleh di Sawangan Purwokerto tidak banyak dikunjungi pembeli. 

Pembelinya masih tetap ada, tetapi tidak sebanyak sebelum pandemi yang kebanyakan adalah dari luar kota.

Pandemi Covid-19, yang melanda pada awal 2020 membuat sektor usaha dan oleh-oleh di Sawangan Purwokerto sempat lesu.

Baca juga: Satu Korban Ditemukan Pagi Tadi di Kedung Ombo Seorang Perempuan, Jalal & Niken Masih Dicari

Baca juga: Posting Sarang Tawon Raksasa di Loteng, Wanita Ini Disarankan Netizen Panggil Dukun Pengusir Setan

Baca juga: Israel Beri Peringatan 1 Jam Sebelum Hancurkan Kantor Media Al Jazeera & Associated Press

Baca juga: Hukuman Pencuri Mobil di Bekasi Semakin Berat, saat Kabur Tabrak Delapan Warga

Pusat oleh-oleh Sawangan, Purwokerto menyediakan berbagai panganan khas Banyumas mulai getuk goreng, mendoan, mino, nopia, lanting,  hingga jenang wajik.

Kondisi ini dirasakan salah satunya adalah oleh Sugiyanto, penjual Getuk Goreng di Sawangan Purwokerto

"Belum terlalu ramai, pengunjung sepi, tapi memang tahun lebih baik dari pada tahun lalu, ada peningkatan walau sedikit," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (16/5/2021). 

Ia mengatakan primadonanya yang masih banyak dicari tetap mendoan dan getuk goreng Sokaraja. 

"Kalau getuk itu rata-rata pada beli sekilo sampai dua kilo, sedangkan mendoan pada beli yang isinya 40 lembar," katanya. 

Namun dikatakannya karena pandemi ini, permintaan tetap turun, dari yang normalnya dia biasa menjual ratusan kilo kini paling hanya puluhan kilogram getuk goreng. 

Sementara itu penjual lain, Yuniati mengatakan menjual sekilo getuk goreng seharga Rp 35 ribu. 

Ia menyediakan beragam rasa, di antaranya durian, nangka, original, serta cokelat. 

Di toko oleh-oleh Sawangan, pembeli bisa membeli mendoan mentah yang masih terbungkus daun pisang seharga Rp 40 ribu.

Paket ini berisi dua lembar tempe mendoan ukuran besar.

Baca juga: 5 Wisatawan Hilang saat Ingin Plesir Menggunakan Google Map ke Air Terjun Sibolangit

Baca juga: Kapolda Jateng Perintahkan Tutup Wisata Waduk Kedung Ombo Mulai Hari Ini Juga

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Malam Ini, West Brom Vs Liverpool Disiarkan Langsung NET TV, Catat Jamnya

Tempe mendoan khas Banyumas itu dibungkus daun pisang, bentuknya tipis-tipis diselimuti ragi. 

Anda yang ingin berburu oleh-oleh di Sawangan, bisa berjalan kaki sekira 10 menit ke arah barat dari alun-alun Purwokerto

Di sana, Anda akan menemui deretan toko yang menjual beragam oleh-oleh khas Purwokerto. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved