Berita Artis
Dibesarkan Keluarga Terkaya di Karo, Desiree Tarigan Diajari Tidak Memberi Utang
Dibesarkan di keluarga berpendidikan, Desiree Tarigan pun membeberkan ajaran keluarganya seputar utang. Ribu mengajarkan Desiree Tarigan untuk tidak
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Dibesarkan Keluarga Terkaya di Karo, Desiree Tarigan Diajari Tidak Memberi Utang
TRIBUNJATENG.COM - Di samping kisruh rumah tangganya dengan pengacara Hotma Sitompul, Desiree Tarigan kerap membagikan ajaran-ajaran keluarga besarnya.
Desiree Tarigan merupakan anak angkat dari Muliana Tarigan alias Ribu.
Ribu mengadopsi ibunda Bams Samson itu pada tahun 1961.
Ribu sendiri merupakan perempuan Karo Sumatera Utara yang terpandang.
Bahkan kakak Ribu adalah orang terkaya di Karo di jaman dulu.
Baca juga: Dibesarkan Keluarga Ningrat, Paman Desiree Tarigan Orang Terkaya di Karo Sejak Jaman Dulu
Baca juga: Selain Presdir Sun Motor, Hartono Hosea Calon Mertua Boy William juga Pemilik Ibis dan Novotel
Baca juga: Satu Korban Ditemukan Pagi Tadi di Kedung Ombo Seorang Perempuan, Jalal & Niken Masih Dicari
Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan Tewas di Dekat Rel Kereta Api, Polisi Harus Pakai Alat MAMBIS
Dibesarkan di keluarga berpendidikan, Desiree Tarigan pun membeberkan ajaran keluarganya seputar utang.
Ribu mengajarkan Desiree Tarigan untuk tidak menghutang ataupun memberikan utang ke kerabatnya.
Hal itu bertujuan untuk membina hubungan yang baik.
"Bagaimana kita menyikapi kalau ada yang mau pinjam uang kepada kita, sebaiknya urusan pinjam meminjam dilakukan ke Bank aja ya...
Karena kalau antara keluarga, teman pasti menimbulkan perselisihan bahkan lebih parah lagi yang minjam lebih galak dan mencoba mencari celah bahkan bisa timbul fitnah2 ...
sedangakan yang meminjamkan menjadi pihak yang dibenci...,"tulis Desiree Tarigan dalam laman Instagramnya, Sabtu (15/5/2021).
Desiree mengatakan, bahkan ada orang yang mengarang cerita sudah menhembalikan uangnya.
"Pasti teman-teman banyak mengalami hal serupa. Bahkan bisa-bisa si peminjam uang bilang uang sudah dikembalikan kok (tanpa bukti) dan pake marah2 pula...."
Desiree pun diajarkan untuk memberi seikhlasnya daripada memberi utang.
"Kesimpulannya uang memang bukan segala galanya tapi gara2 uang orang bisa berubah.. jadi jangan pernah pinjamkan uang lebih baik kasi seberapa kita bisa kasi tp relakan...dari pada menjadi penyebab keributan dikemudian hari.
Ini juga nasihat Ribu yang selalu disampaikan ke saya....jangan pernah berhutang.... ataupun memberi hutang ini rupanya berdasarkan pengalaman Ribu ....
hidup lbh baik sederhana sesuai kemampuan kita, jangan liat keatas mau hidup wah padahal kita belum mampu. Lebih nikmat hidup sederhana tanpa beban... setuju kan teman2
Selamat beristirahat, "tandas Desiree Tarigan.
Paman Desiree Tarigan Orang Terkaya di Karo Sejak Jaman Dulu
Desiree Tarigan merupakan anak angkat dari Muliana Tarigan alias Ribu.
Ribu mengadopsi ibunda Bams Samson itu pada tahun 1961.
Ribu sendiri merupakan perempuan Karo Sumatera Utara yang terpandang.
Bahkan kakak Ribu adalah orang terkaya di Karo di jaman dulu.
Hal itu diceritakan Desiree Tarigan di akun Instagramnya, Minggu (18/4/2021).
Saat itu Desiree Tarigan sedang menceritakan gaya hidup sederhana nenek angkatnya.
Berikut tulisan panjang Desiree Tarigan mengenai neneknya.
"
Selamat pagi, sejak saya kembali ke rumah Ibu saya, saya lumayan sibuk rapi2, Ribu pun ikut bebenah, ada lukisan yg bingkainya keropos saya turunkan mau betulkan bingkainya, eeee tau2 ada foto ini yang di pasang Ribu.
Lucu banget ya wajah mom, lupa si ini umur berapa.
Masih ada Nenek Karo saya (ibunya Ribu). Kalau teman2 tau Ribu seorang ya punya prinsip dan harga diri, pastinya semua ajaran dari Nenek saya. Nenek saya seorang yang sangat cerdas dan benar2 berprinsip.
Yang diturunkan ke Ribu dan dari Ribu ke saya.
Bahwa hidup harus kerja, kerja hrs kerjaan yang disenangi. Hidup harus punya harga diri, hidup bukan semata mata di ukur dng materi.
Jangan pernah iri atas kehidupan orang lain, apalagi mengiginkan hak orang lain.
Nenek saya sampai akhir hayatnya tidak pernah menyusahkan siapapun.
Kepergiannya waktu itu hampir usia 100 thn, di usia 90 thn masih baca, masih kerjakan menyulam.
Saya sering membuatkan Cake tape dan cake pisang kesukaannya.
Walaupun anak Nenek saya yang tertua (om saya) waktu jaman itu orang terpandang di Orang Karo. tapi Nek Karo tetap hidup sederhana dan tidak pernah menyombongkan dirinya.
Dulu sering di Medan karena punya kebon kelapa, pada musim panen suka bawa kelapanya di jual ke pasar naik becak.
Sepangjang perjalanan tk beca ngobrol (kl becak medan kan bisa ngobrol sama penumpang, posisinya disamping penumpang bukan diblakang) lalu abang becak tanya Ibu marganya apa, nenek saya bilang dia Ny Bangun,
lalu abang becak bilang, di Jakarta ada Bangun orang karo paling kaya lalu dia sebut nama om saya (anak tertuanya) dia senyum2 aja tidak bilang juga kalau itu anaknya....
Ini diceritakan nenek saya.
Pernah juga kejadian, nenek saya suka bersihkan kebon, dulu rumah kami di Cempaka Putih ada tanaman diluar pagar Nek Kao hobby cabutin rumput liar dengan pakaian yg sangat seadanya, banyak yang liwat berhenti dan kasi uang ke nenek saya, dikira mungkin tk kebon uda tua kasian....
Padahal dia tidak perlu uang pemberian orang itu, tp karena yang memberi itu pasti dng tulus, nenek saya terima dan panjatkan doa2 untuk mereka.
Sifat orang Karo Pekerja keras, berprinsip dan punya harga diri,"tulisnya.
(*)