Breaking News:

Berita nasional

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika Buntut Kasus Alat Rapid Test Bekas

Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD), buntut pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test bekas

Editor: m nur huda
Istimewa
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 

TRIBUNJATENG.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD).

Pemecatan seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD) itu buntut pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test bekas beberapa waktu lalu.

Menurut Erick Thohir, langkah tegas ini perlu diambil , melihat kasus rapid test bekas di Kualanamu itu menjadi persoalan yang harus ditanggapi serius.

Baca juga: Penampakan Rumah Mewah Manajer Lab Kimia Farma Tersangka Rapid Test Bekas, Tetangga: Mobilnya 4

Baca juga: Erick Thohir Minta Semua yang Terlibat Kasus Rapid Test Bekas Dipecat dan Diproses Hukum

Baca juga: Penjual Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Raup Rp 1,8 Miliar

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil."

"Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," kata Erick dalam keterangan persnya, dikutip dari laman BUMN, Minggu (16/5/2021).

Erick mengatakan, kasus rapid test bekas ini bertentangan dengan core value pegawai BUMN.

Petugas kepolisian menggiring para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. Tribun Medan/Riski Cahyadi
Petugas kepolisian menggiring para tersangka dalam pengungkapan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis (29/4/2021). Polda Sumut berhasil menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas berinisial RN, AD, AT, EK, dan EL, serta mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran berupa alat rapid test antigen bekas yang siap untuk digunakan. Tribun Medan/Riski Cahyadi (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Di antaranya, amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Dalam hal ini, ia tak memandang seberapa tinggi jabatan pegawai yang terlibat.

"Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain," lanjutnya.

Kata Erick, ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus rapid test bekas ini terjadi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved