Breaking News:

Gunung Lawu Via Cemoro Kandang Sepi Pendaki Saat Lebaran

Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang sepi selama libur lebaran tahun ini.

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Situasi gerbang pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah saat libur lebaran, Sabtu (16/5/2021). 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang sepi selama libur lebaran tahun ini.

Sesuai aturan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, masing-masing jalur pendakian dibatasi sebanyak 350 orang per hari.

Petugas Basecamp Cemoro Kandang, Agus Haryadi menyampaikan, selama libur lebaran ini terbilang sepi.

"Agak ramai itu kemarin (Sabtu) 70 orang. Hari ini ada 15 orang," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (16/5/2021) pukul 14.30.

Menurutnya adanya penyekatan di beberapa daerah seperti di Cemoro Sewu Magetan Jawa Timur turut berdampak terhadap jumlah pendaki. Jalur pendakian Gunung Lawu tutup total selama libur lebaran 2020.

Sebelum adanya pandemi, rata-rata ada sekitar 50 orang yang melakukan pendakian setiap harinya saat libur lebaran.

Dia menuturkan, cuaca di lereng Gunung Lawu memang dingin beberapa hari terakhir. Lanjutnya, masyarakat yang hendak melakukan pendakian diimbau supaya mempersiapkan kondisi fisik serta perlengkapan seperti baju hangat dan sleeping bag.

"Di basecamp, malam mencapai 8-9 derajat celcius. Normalnya 15-16 derajat celcius. Peralihan musim memang biasanya seperti ini. Di puncak diperkirakan 3-4 derajat celcius," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Disparpora Karanganyar, Sunardi mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi terutama saat libur lebaran, jumlah pendaki turun deratis pada momen lebaran tahun ini.

"Ramai kemarin 135 orang. Hari ini 70-an sampai pukul 14.30. Itu dari lokal dari Solo Raya," terangnya.

Adanya penyekatan turut berdampak terhadap jumlah pendaki. Lanjutnya, rata-rata jumlah pendaki saat libur lebaran sebelum adanya pandemi ada sekitar 200 orang per hari.

"Sebelum pandemi kebanyakan malah dari Jabodetabek," pungkasnya.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved