Breaking News:

Suara Hati Pedagang Wisata Guci Tegal yang Sementara Ditutup

Beberapa pedagang mengaku alami kerugian mulai jutaan sampai ada yang belum balik modal.

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Pedagang kawasan objek wisata Cuci, Kabupaten Tegal, Minggu (16/5/2021). 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dampak dari penutupan sementara Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal mulai Minggu (16/5/2021), beberapa pedagang mengaku alami kerugian mulai jutaan sampai ada yang belum balik modal.

Saat Tribunjateng.com memantau lokasi sudah mulai berangsur sepi dari pengunjung. Lapak penjual dari makanan, jajanan, manisan, pakaian, sayuran, kerajinan, dan lain-lain juga terlihat sepi.

Padahal sebelum penutupan wisata cukup ramai dipadati oleh pengunjung.

Salah satu pedagang jajanan dan manisan di objek wisata Guci, Ati, mengaku kecewa dengan adanya penutupan wisata yang tiba-tiba.

Karena ia sudah menyetok dan mengambil barang dagangan lebih banyak dari biasanya. Ia pikir tidak akan ada penutupan, sehingga di momen libur lebaran sengaja menyetok lebih banyak.

Tapi kenyataannya ada penutupan, alhasil barang dagangannya banyak yang belum terjual.

Bahkan seperti buah strawberry dan sayuran sudah mulai ada yang membusuk atau tidak segar lagi.

"Ya jujur saya mengalami kerugian, karena saya kan ambil barang dagangan dari orang lain bukan buat sendiri, jadi mau laku atau tidak habis atau tidak tetap harus setor atau membayar. Kerugiannya ya jutaan lah paling tidak," ungkap Ati, saat ditemui di lapak jualannya.

Ati bercerita, sebelumnya tidak ada informasi atau pemberitahuan mengenai rencana penutupan wisata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved