Breaking News:

AS Siap Mediasi Gencatan Senjata Israel dan Hamas

AS terus bekerja mencari jalan keluar bagi konflik antara Israel dan Palestina melalui saluran diplomatik.

Editor: Vito
POOL PHOTO/MAHMUD HAMS via AP
Serangan udara Israel meledakkan gedung yang dihuni kantor berita internasional termasuk Al Jazeera dan Associated Press pada Sabtu (15/5/2021) di Gaza. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Amerika Serikat (AS) menawarkan diri menjadi penengah jika Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina, bersedia gencatan senjata untuk mengakhiri kekerasan yang semakin memburuk.

Hal itu disampaikan AS kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Minggu (16/5).

"Dari dialog dengan para pejabat Israel, Otoritas Palestina, dan semua mitra regional, Amerika Serikat menyatakan siap untuk memberikan dukungan dan jasa baik kami jika pihak-pihak tersebut mengupayakan gencatan senjata," ujar Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas, kepada 15 Anggota DK PBB, mengutip Reuters.

AS, menurut dia, terus bekerja mencari jalan keluar bagi konflik antara Israel dan Palestina melalui saluran diplomatik. "Karena kami yakin orang Israel dan Palestina sama-sama memiliki hak untuk hidup dalam keselamatan dan keamanan," ujarnya.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan menyatakan, serangan militer di Jalur Gaza untuk membalas Hamas sudah sesuai dengan hukum internasional.

Ia mengklaim negaranya mengambil langkah-langkah semaksimal mungkin untuk mencegah jatuh korban sipil. "Israel menggunakan rudal untuk melindungi anak-anak. Hamas menggunakan anak-anak untuk melindungi rudal," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki menyatakan, semakin Israel mencari pembenaran atas tindakannya, semakin berani mereka membunuh rakyat Palestina.

"Setiap kali Israel mendengar seorang pemimpin asing berbicara tentang haknya untuk membela diri, semakin berani untuk terus membunuh seluruh keluarga dalam tidur mereka," tuturnya.

AS, sekutu utama Israel, sebelumnya memblokir rapat darurat Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas konflik Israel dan Palestina yang seharusnya digelar pada Jumat (14/5).

AS keberatan terhadap pernyataan DK PBB mengenai aksi kekerasan yang dilakukan Israel dan Palestina, karena sedang melakukan diplomasi di balik layar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved