Breaking News:

BERITA NASIONAL

Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Elemen Penting Dalam Program “Coaching”

Program sebaik apapun jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik, hasilnya akan sia-sia dan tidak seperti yang diharapkan.

ISTIMEWA
Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana saat berdiskusi dengan Konsultan Corporate Social Responsibility Paragon Technology and Innovation Rico Juni Artanto di rumahnya di Bogor pada Sabtu malam (15/5/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR-Komunikasi menjadi elemen terpenting dalam pelaksanaan coaching. Program sebaik apapun jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik, hasilnya akan sia-sia dan tidak seperti yang diharapkan.

Baca juga: Puluhan Mayat Mengambang di Sungai Gangga dan Uttar India Dipastikan Korban Corona

Baca juga: Dandim VS Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo, Ditahan Kejari Tegal: Saya Bukan Bajingan

Baca juga: Mayat Perempuan Digerogoti Belatung, Uang Rp 20 Ribu dan Masker Putih Berceceran

Baca juga: Rizieq Shihab Dituntut 10 Bulan Penjara, Jaksa Menilai Berbelit-belit dalam Memberi Keterangan

“Oleh karena itu, efektivitas komunikasi mutlak harus menjadi perhatian. Aspek komunikasi wajib diatensi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ini sangat penting karena turut menentukan keberhasilan aktivitas atau program yang dilaksanakan,” demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat berdiskusi dengan Konsultan Corporate Social Responsibility Paragon Technology and Innovation yang juga founder Yayasan Pondok Inspirasi Bogor Rico Juni Artanto di rumahnya di Bogor pada Sabtu malam (15/5/2021) lalu. Mereka diskusi sekitar 3,5 jam dari pukul 19.38 hingga pukul 23.20.

Dalam pertemuan itu, Rico didampingi empat temannya dari Pondok Inspirasi. Mereka adalah Ketua Pondok Inspirasi Agus Harianto, Ketua Asrama Fakhoor Izaaz Wildhanrahman, Bagian Program Eksternal Aisyah Nurush Shoba, dan Bagian Keuangan Rosita Wulandari. Sedangkan yang mendampingi Dr Aqua adalah putra bungsunya Savero "Ero" Karamiveta Dwipayana yang sekarang ini menjadi Staf Bidang Komunikasi Sosial Poitik dan Masyarakat (Komsospolmas) Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Sebelumnya Rico dan Agus lebih dulu bersilaturahim ke Direktur Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan Nurcholis MA Basyari di Depok. Mereka mendapat banyak masukan dari wartawan senior tersebut.

Dr Aqua yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi (ISKI) ini mengaku prihatin karena masih ada pihak yang menyepelekan atau bahkan tidak peduli pada komunikasi. Padahal, hal ini bisa berujung fatal.

"Jangan pernah sekali pun menyepelekan komunikasi. Ini kelihatannya sederhana. Apalagi semua orang setiap hari berkomunikasi. Komunikasi itu sangat vital. Ibarat aliran darah dalam tubuh manusia. Jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal. Telah banyak contoh tentang ini," kata bapak dua anak yang berkuliah S1, S2, dan S3 linear di bidang komunikasi ini menegaskan.

Pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu mengungkapkan untuk bisa menggapai keberhasilan dalam kehidupan, seseorang tidak hanya bisa hanya mengandalkan pada kecerdasan berpikir. “Keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup hanya bisa diperoleh lewat kecerdasan komunikasi dan kecerdasan hati. Oleh karena itu, setiap kalangan apalagi generasi muda dituntut  mengasah kemampuan komunikasi secara komprehensif tanpa harus belajar secara formal,” ujar sosok yang telah mengumrolahkan ratusan orang dari hasil penjualan buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini.

Untuk mencapai efektivitas komunikasi, menurut Dr Aqua yang semakin padat jadwal kegiatannya di masa pandemi Covid-19 ini, dapat dijalankan dengan rumus REACH Plus AC. Hal ini mengacu pada lima aspek yakni “Respect” atau perhatian yaitu di mana saja, kapan pun, kepada siapa pun selalu menghormati, jangan pernah meremehkan. Kemudian, “Empathy” atau bisa menempatkan diri yaitu bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang lain. Melayani dengan optimal dan standar, tidak ada perbedaaan atau diskriminasi

“Selanjutnya "Audible" atau mudah dimengerti yaitu semua yang disampaikan gampang dipahami. "Clarity" atau kejelasan pesan yang diutarakan dengan mengutamakan etika komunikasi sehingga mudah  dimengerti. Terakhir, "Humble" atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan oleh setiap manusia. Semua itu perlu dilengkapi dengan huruf "AC" yakni "Action" atau Tindakan nyata dan cepat serta "Consistency" atau Konsistensi yang dilakukan secara terus-menerus," tukas mantan wartawan di banyak media itu.

Dr Aqua juga menekankan bahwa siapapun harus menjaga kebersihan hati, selalu komunikasi yang baik dengan semua orang, dan berempati. “Jadilah teladan setiap berpartisipasi dan berkontribusi, tinggalkan ego untuk jadi "hero". Jika punya ide apapun untuk kebaikan jangan ragu menyampaikannya dan jangan takut gagal,” tegas Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini.

Halaman
1234
Penulis: erwin adrian
Editor: erwin adrian
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved