Berita Boyolali

Kepolisian Akan Lakukan Gelar Perkara Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Kepolisian akan tingkatkan proses penyelidikan tragedi perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali.

TribunSolo.com/Agil Tri
Relawan mengevakuasi perahu yang bikin celaka wisatawan di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021). 

Penulis: Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kepolisian akan tingkatkan proses penyelidikan tragedi perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan saat ini telah ada delapan saksi yang diperiksa pada insiden tersebut. Delapan saksi itu  pengelola, pemilik rumah makan apung, pengemudi perahu, keluarga korban, kepala desa, dan penjaga masuk.

"Kalau ditetapkan tersangka akan dilihat dulu," ujarnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (17/5/2021).

Iskandar mengatakan kepolisian akan melaksanakan gelar perkara pada kasus tersebut untuk menentukan status perkara. Pada gelar perkara itu akan ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Gelar perkara akan dilakukan besok pagi Selasa (18/5/2021). Hasil gelar perkara untuk menentukan. Kasus ini akan ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan," jelasnya.

Menurut Iskandar, pengemudi perahu berusia 13 tahun merupakan keponakan dari pemilik rumah apung. Pengemudi perahu itu memang disuruh pemilik rumah makan apung untuk membawa penumpang.

Baca juga: Cek Sebelum Beli, Nih Deretan Smartphone Harga di Bawah Rp 7 Jutaan Bulan Mei 2021

Baca juga: Inilah Sosok Gustuti Rohmawati Wanita Cantik Ngamuk Saat Diminta Putar Balik, Kini Minta Maaf

Baca juga: Ponpes Masih Dipandang Sebelah Mata, DPRD Kab Pekalongan Usung Raperda Ponpes

Baca juga: Inilah Sosok Youtuber Indonesia Penghasilan Tertinggi di 2021, Geser Atta Halilintar dan Baim Wong

"Yang jelas pengemudi itu masih 13 tahun, dipekerjakan pamannya untuk membawa penumpang," tuturnya.

Terkait penutupan tempat wisata paska tragedi Waduk Kedung Ombo, kata dia, tidak hanya diperintahkan oleh Kapolda. Penutupan tempat wisata juga dilakukan oleh Satgas Covid 19.

"Satgas Covid 19 menemukan pengunjung melebihi 50 persen dan melanggar protokol kesehatan. Ketua Satgas memberikan petunjuk apabila melanggar protokol kesehatan silahkan ditutup sementara," terangnya.

Sebelumnya, sembilan korban perahu terbalik yang dinyatakan hilang di Waduk Kedung Ombo Boyolali telah ditemukan.

Pencarian dilakukan selama tiga hari sejak pertama kejadian pada Sabtu (15/5/2021) hingga Senin (17/5/2021).

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya menceritakan perahu terbalik terjadi pada pukul 11.30 Sabtu (15/5/2021). Jumlah korban saat itu sebanyak 20 orang dengan rincian 19 wisatawan dan 1 pengemudi perahu yang masih berusia 13 tahun.

"Dari orang tersebut 11 orang diantaranya dapat diselamatkan warga, dan sembilan orang lainnya dinyatakan hilang," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved