Breaking News:

Berita Semarang

LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah Luncurkan Inovasi Layanan Evaluasi Kinerja Pendidikan Tinggi

LLDikti Wilayah VI Jateng luncurkan inovasi layanan dengan menyediakan dashboard evaluasi kinerja.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Istimewa
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Zainuri (kiri), didampingi Sekretaris LLDikti Wilayah VI, Dr Lukman (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di kantor LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Senin (17/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah meluncurkan inovasi layanan dengan menyediakan dashboard evaluasi kinerja Pendidikan Tinggi di Jawa Tengah

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Zainuri mengatakan, melalui da

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Zainuri (kiri), didampingi Sekretaris LLDikti Wilayah VI, Dr Lukman (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di kantor LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Senin (17/5/2021).
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Zainuri (kiri), didampingi Sekretaris LLDikti Wilayah VI, Dr Lukman (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di kantor LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Senin (17/5/2021). (Istimewa)

shboard tersebut, evaluasi kinerja perguruan tinggi dapat dilihat secara real time.

"Inovasi ini sebagai upaya dalam reformasi birokrasi layanan Pendidikan Tinggi khususnya di Jawa Tengah dan menjembatani permasalahan yang ada," kata Prof Zainuri, didampingi Sekretaris LLDikti Wilayah VI, Dr Lukman, dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Ia menuturkan, saat ini LLDikti Wilayah VI memiliki fungsi melaksanakan pemetaan dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Jawa Tengah sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.

Cakupan layanan LLDIKTI Wilayah VI saat ini meliputi 29 kabupaten dan 6 kota di Jawa Tengah, dengan 238 perguruan tinggi, 14.000 dosen dan 350 ribu mahasiswa.

"Permasalahan utama penyelenggaraan pendidikan tinggi di Jawa Tengah yaitu rendahnya mutu pendidikan tinggi dengan adanya 86 perguruan tinggi yang belum terakreditasi dan yang memiliki akreditasi C sebanyak 47 perguruan tinggi," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, masih kata Prof Zainuri, jenjang jabatan dosen saat ini masih rendah, terlebih ada lebih dari 5 ribu dosen yang belum memiliki jenjang jabatan.

Kemudian, permasalahan pengelolaan dan pelaporan kuota beasiswa skema KIP dan UKT untuk 26 ribu mahasiswa dengan waktu singkat, cepat dan tepat menjadi prioritas penting sehingga dapat dipertanggung jawabkan. 

"Dengan adanya dashboard evaluasi kinerja pendidikan tinggi ini, secara real time dapat dijadikan sarana penentu kebijakan perguruan tinggi untuk melihat aspek yang belum terpenuhi dalam pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved