Breaking News:

Okupansi Hotel Anjlok di Momen Lebaran, Tak Lebih dari 10%

Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di berbagai daerah saat libur hari raya Idulfitri 2021 tidak lebih dari 10 persen.

KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA
Ketua PHRI, Hariyadi Sukamdani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di berbagai daerah saat libur hari raya Idulfitri 2021 tidak lebih dari 10 persen.

Hal itu terjadi seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang aktivitas mudik pada 6-17 Mei, pada masa libur Lebaran.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan, okupansi hotel di daerah seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, Pekalongan, hingga Malang di bawah 10 persen.

"Okupansi hanya single digit, pergerakan orang kan dibatasi. Kalau sebelum pandemi, saat libur lebaran okupansi hotel bisa di atas 90 persen," katanya, saat dihubungi, Sabtu (15/5).

Menurut dia, ketika kondisi masih pandemi covid-19 dan ada pelarangan mudik, pihak manajemen hotel tidak bisa banyak berbuat dalam meningkatkan okupansi.

"Gimana lagi, banyak berdoa saja agar pandemi segera berlalu. Program khusus juga gimana, orang tidak boleh pergi, kalau untuk warga lokal (sekitar hotel-Red) tidak ngangkat, ngapain juga nginep di hotel," tuturnya.

Hariyadi menyebut, saat kondisi seperti ini para pengusaha hotel memahami kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Kami berharap dari segi testing dan tracing ditingkatkan, sekarang masih lemah. Misalnya, GeNose dan swab antigen harus jauh lebih murah dan tersebar, jadi orang merasa aman," tuturnya. (Tribunnews/Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved