Breaking News:

Berita Semarang

Shandi Semarang Aniaya Ayah Kandung Hingga Meninggal: Berawal Nota Penjualan Penyet Lamongan

Agus dilarikan ke rumah sakit Roemani dalam keadaan kritis dan akhirnya meninggal dunia pada Senin (17/5).

TRIBUNJATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Suasana rumah duka Nur Awan Agus Santoso (54) Tegal Sari Perbalan RT 03 RW 04 Kecamatan Candisari Semarang. Agus meninggal setelah berkelahi dengan anaknya saat malam takbiran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Malam Idul Fitri seorang bapak berkelahi dengan anak kandungnya sendiri di perukoan  Jalan Sriwijaya Kelurahan Tegal Sari kec Candi Sari  Kota Semarang, Kamis (13/5) lalu.

Perkelahian itu menyebabkan Nur Awan Agus Santoso (54) sebagai orang tua warga Tegal Sari Perbalan RT 03 RW 04 Kecamatan Candisari babak belur dihajar anaknya Shandi Kurniawan Pratama (23).

Agus dilarikan ke rumah sakit Roemani dalam keadaan kritis dan akhirnya meninggal dunia pada Senin (17/5).

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan kejadian penganiayaan pada pukul 03.00.

Kejadian tersebut bermula adanya kesalahpahaman antara bapak dan anak. 

"Saat itu korban yang baru saja selesai berjualan penyet lamongan di TKP lalu dihampiri pelaku.

Saat itu pelaku menanyakan nota hasil penjualan," ujarnya kepada tribun Jateng, Senin (17/5).

Rupanya, kata Kapolrestabes, pertanyaan pelaku memancing emosi ayahnya.

Korban menarik pelaku dengan penuh amarah.

"Pelaku memukul wajah korban sebanyak dua kali hingga terjatuh.

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved