Breaking News:

Berita Internasional

Anggota Dewan AS Pertanyakan Penjualan Senjata Senilai Rp 10,5 Triliun ke Israel

Anggota Dewan Amerika Serikat (AS) mempertanyakan soal penjualan senjata senilai 735 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp 10,5 triliun ke Israel.

Editor: M Syofri Kurniawan
Istimewa
Ilustrasi - Api membumbung tinggi membakar pemukiman warga Palestina di Gaza oleh serangan udara tentara Israel, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Anggota Dewan Amerika Serikat (AS) mempertanyakan soal penjualan senjata senilai 735 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp 10,5 triliun ke Israel.

Dilaporkan Washington Post, penjualan senjata diumumkan Kongres AS pada 5 Mei 2021 lalu atau sepekan sebelum eskalasi Israel-Palestina dimulai.

Persenjataan yang dijual tersebut tersebut termasuk Joint Direct Attack Munitions (JDAMs), yang digunakan untuk mengubah bom menjadi peluru kendali presisi, menurut surat kabar itu.

Baca juga: Rekaman Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza Setelah Lihat Keberadaan Anak-Anak Dirilis IDF

Baca juga: Pantas TNI-Polri Habis-habisan Buru KKB Papua, Ternyata Dapat Misi Khusus dari Presiden Jokowi

Baca juga: Dandim VS Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo, Ditahan Kejari Tegal: Saya Bukan Bajingan

Baca juga: Ada Foto dan Video Porno dalam Konferensi Pers Mantan Pimpinan KPK, ICW Beberkan Ada Upaya Peretasan

Melansir Al Jazeera, beberapa legislator dan staf lainnya mengatakan penjualan itu dapat memicu gelombang oposisi di Kongres, di mana kritik terhadap dukungan pemerintah Joe Biden terhadap Israel saat ini tengah meningkat.

"Membiarkan penjualan bom pintar yang diusulkan ini dilakukan tanpa memberikan tekanan pada Israel untuk menyetujui gencatan senjata hanya akan memungkinkan pembantaian lebih lanjut," kata seorang legislator di Komite Urusan Luar Negeri DPR kepada surat kabar tersebut.

Di bawah hukum AS, administrasi diharuskan memberi tahu Kongres tentang penjualan semacam itu.

Legislator kemudian memiliki waktu 20 hari untuk mengesahkan resolusi yang menentang penjualan.

Hingga saat ini, 198 warga Palestina di Gaza, termasuk 58 anak-anak, telah terbunuh oleh serangan Israel sejak awal eskalasi pada 10 Mei 2021.

Israel melaporkan 10 orang, termasuk dua anak, tewas dalam serangan roket dari Gaza.

Hamas dan kelompok bersenjata lainnya mulai menembakkan roket ke Israel pada Senin pekan lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved