Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita India

Hanya Ada di India: Lawan Corona dari Mandi Kotoran Hewan, Potong Lidah hingga Isolasi di Atas Pohon

Hanya ada di India untuk mengusir wabah pandemi dari potong lidah, mandi dengan kotoran manusia hingga isolasi mandiri di atas pohon selama 11 hari

The Print
Pria di India memilih untuk menjalani isolasi mandiri dengan membuat 'bangsal' sendiri di atas pohon 

TRIBUNJATENG.COM, India  - Hanya ada di India untuk mengusir wabah pandemi dari potong lidah, mandi dengan kotoran manusia hingga isolasi mandiri di atas pohon selama 11 hari

India dihantam badai covid-19 gelombang kedua terburuk. Hingga 16 Mei 2021 kemarin, ada 25 juta orang positif covid, 21,2 juta berhasil sembuh serta 274 ribu orang meninggal dunia.

Tak hanya itu, India juga menghadapi krisis layanan kesehatan. Ini dipicu akibat keterbatasan jumlah tempat tidur hingga kelangkaan oksigen.

Di distrik Nalagonda Telangana, tantangan Covid-19 bukan hanya masalah akses ke pusat perawatan kesehatan, pengobatan dan vaksin, tetapi masalah yang lebih mendasar yakni kurangnya ruang untuk isolasi di rumah.

Dengan banyaknya keluarga yang berbagi satu kamar yang mencakup dapur dan kadang-kadang bahkan toilet, pasien positif Covid sering merasa tidak punya tempat untuk mengisolasi diri.

Inilah sebabnya mengapa Shiva yang berusia 18 tahun memutuskan untuk membangun 'bangsal' Covid sendiri, tempat tidur yang terbuat dari batang bambu yang diikat ke dahan pohon di halaman rumahnya.

Ia juga membuat sistem katrol menggunakan tali dan ember. Makanan sehari-hari dan kebutuhan lainnya dikirimkan kepadanya menggunakan sistem katrol ini.

Di pohon, Shiva menghabiskan sebagian besar waktunya di telepon, yang dia simpan di keranjang kecil yang diikat ke pohon. 

Dia adalah seorang siswa yang sedang mengejar program pascasarjana di Hyderabad. Dia telah kembali ke desanya sekitar sebulan yang lalu ketika kasus di kota meningkat.

Tinggal di Kothanandikonda, sebuah dusun suku yang terletak di pedalaman distrik Nalagonda, Shiva dinyatakan positif pada 4 Mei lalu.

Relawan desa kemudian menyuruhnya untuk tinggal di rumah dan mengisolasi dari keluarganya, kata Shiva kepada ThePrint.

Tetapi mengingat kondisi kehidupannya dan kurangnya pusat isolasi di desanya, Shiva kemudian memiliki ide untuk mengisolasi di pohon.

Dia sejauh ini telah menghabiskan 11 hari di atas pohon.

Kothanandikonda adalah rumah bagi sekitar 350 keluarga dan merupakan salah satu dari banyak dusun suku di bawah mandal Adavidevulapally di distrik tersebut.

Puskesmas terdekat berjarak 5 km dan orang-orang dari dusun-dusun ini harus menempuh perjalanan sejauh 30 km ke rumah sakit jika terjadi keadaan darurat medis kritis.

Mengingat meningkatnya kasus Covid di bagian pedesaan negara bagian itu, Hostel pun diubah menjadi pusat isolasi oleh pemerintah distrik pada 13 Mei kemarin.

Namun, banyak warga di kawasan ini yang masih belum menyadarinya.

“Tidak ada pusat isolasi di sini. Dua hari yang lalu, mereka mengubah asrama ST menjadi pusat isolasi diri. Sampai saat itu kami tidak memiliki apa-apa dan saya tidak tahu apakah ada pusat semacam itu di desa lain… Saya kira tidak. Apa lagi yang bisa saya lakukan?" kata Shiva.

Ia memutuskan untuk mengisolasi diri di pohon lantaran khawatir jika ia menulari anggota keluarga lainnya.

"Tidak ada seorang pun di desa saya yang datang untuk membantu saya. Mereka semua takut dengan virus ... mereka tidak keluar dari rumah mereka, ”tambahnya.

Adapun setelah kabar tentang Shiva ini menyebar, polisi kemudian mendatangi Shiva.

Ini adalah pertama kalinya mereka melihat atau mendengar tentang Siwa dan 'bangsal isolasi'-nya.

Mereka kemudian memindahkan pemuda itu ke asrama ST yang telah diubah menjadi pusat isolasi, yang terletak 5 km dari dusun.

Setelah dipindahkan, Shiva mengatakan bahwa dia akan dikirim kembali ke rumah setelah masa isolasi selesai. (*/The Print)

Mandi Kotoran Hewan

Infeksi Covid-19 di India yang tak terkendali membuat warga negara tersebut seperti kehilangan akal sehat

Setelah kasus mandi kotoran sapi , kini warga India melakukan ritual baru dengan cara ekstrem.

Warga India juga sampai potong lidah demi menarik perhatian dewa.

Di India , menjadi salah satu negara dengan kasus Covid-19 parah di dunia.

Di tahun 2021 ini, India bahkan sempat mengalami apa yang disebut dengan 'tsunami' Covid-19, di mana dalam sehari negara itu dapat melaporkan 300 ribu kasus infeksi baru.

Meski demikian, India dikenal sebagai negara dengan ritual-ritual uniknya untuk mengusir dan mencegah penyebaran pandemi virus corona.

Mulai dari ritual mandi lumpur dan kotoran hewan hingga ritual minum urin sapi dipercaya mereka mampu menangkal covid-19.

Bukan hanya itu, seorang warga India bahkan rela memotong lidahnya untuk dijadikan tumbal agar membuat dewa terkesan.

Lagi-lagi, ritual itu disebut demi mencergah pandemi Covid-19.

Dilansir dari Times of India, awal kemunculan Covid-19 di India , sempat terjadi kerusuhan karena kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah.

Beberapa yang frustasi karena pandemi tersebut melakukan sejumlah ritual-ritual unik yang mereka yakini.

Ada cerita heroik sekaligus menyedihkan yang belum lama terjadi di India akibat wabah covid-19.

Seorang pria Gujarat bahkan memotong lidahnya sendiri untuk dijadikan sebuah persembahan pada Sabtu pagi (18/4/2020).

Usut punya usut hal ini dilakukannya demi membebaskan India dari virus corona.

Suatu hari dia ditemukan terbaring tak sadarkan diri di kuil dengan lidahnya ditemukan terpotong di tangannya.

Pria Gujarat tersebut adalah Vivek Sharma , seorang migran berusia 24 tahun dari Madhya Pradesh.

Sharma diketahui bekerja sebagai pemahat batu di Suigam, sebuah desa di Gujarat

Sementara aksi memilukan itu terjadi di Nadeshwari dari Suigam Taluka distrik Banaskantha.

Rekan kerja Sharma, Brijesh Singh melaporkan kepada kepolisian setempat bahwa Sharma meninggalkan kuil tempat dia bekerja sebelum kejadian.

Kepada Singh, Sharma berpamitan untuk pergi ke pasar, tetapi ia tak pernah kembali lagi.

Saudara Sharma mencarinya, meneleponnya dan mendapati telepon itu diangkat oleh orang asing.

Orang tersebut mengatakan, Sharma tergeletak di kuil Nadeshwari dalam kondisi lidahnya terpotong, diletakkannya di tangan.

Sharma diduga melakukan aksi mengerikan ini karena emosinya sedang meluap-luap.

Isu yang beredar mengatakan bahwa Sharma percaya aksi memotong lidah akan mengesankan dewa Nadeshwari Mataji.

Kendati demikian, tidak diketahui pasti mengapa pria malang yang ingin kembali ke kampung halamannya namun gagal karena lockdown itu sampai rela memotong lidahnya. (*)

Sebagian artikel ini sudah tayang di sosok.grid.id dengan judul: Saat Warga India Potong Lidahnya sebagai Persembahan untuk Hentikan Covid-19, Berharap Dewa Terkesan dan Musnahkan Pandemi

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pria di India Habiskan 11 Hari untuk Isolasi Mandiri di Atas Pohon

Baca juga: Kisah Anak Meggy Wulandari yang Menangis saat Dibilang Mukanya Mirip Kiwil

Baca juga: OPINI DR. Apt. Sri Haryanti, M.Si : Memaknai Lebaran Tanpa Mudik

Baca juga: HOTLINE SEMARANG : Bila Temukan Ular atau Darurat Kebakaran Hubungi Ini

Baca juga: Kronologi Lengkap : Pelarian Pembunuh Sadis Dua Wanita di Kendal, Pesan Rental Mobil Pakai HP Korban

Baca juga: DUH GUSTI! Dukun Cabul Kerjai Satu Keluarga: Modus Ritual Mandi Telanjang Bersama

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved