Breaking News:

Kasus Covid-19 India Terus Meningkat, Polisi Minta Warga Tak Buang Mayat di Sungai Gangga

Polisi menggunakan pengeras suara dengan mikrofon portabel dalam jip dan perahu berkeliling desa, meminta orang untuk tidak membuang mayat di sungai.

SANJAY KANOJIA / AFP
Kerabat membawa mayat melewati kuburan dangkal yang ditutupi dengan pakaian berwarna orange, kuning, atau merah, yang diduga korban covid-19, di dekat tempat kremasi di tepi Sungai Gangga, Desa Shringverpur, sekitar 40 Km dari Allahabad, India, Sabtu (15/5). 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Polisi menjangkau penduduk desa di India utara untuk menyelidiki penemuan mayat yang terkubur di kuburan pasir dangkal atau terdampar di tepi Sungai Gangga.

Temuan itu memicu spekulasi di media sosial bahwa mereka adalah mayat korban covid-19, yang secara brutal menghantam negeri itu 3 minggu terakhir.

Polisi menggunakan pengeras suara dengan mikrofon portabel dalam jip dan perahu yang berkeliling di desa. Aparat meminta orang untuk tidak membuang mayat di sungai.

"Kami di sini untuk membantu Anda melakukan ritual terakhir," kata polisi, melansir AP, Minggu (16/5).

Sebelumnya pada Jumat (14/5), hujan menyingkap kain penutup jenazah yang terkubur seadanya dalam pasir dangkal di tepi sungai datar yang luas di Prayagraj, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh.

Para pejabat mengaku penguburan di tepi sungai telah terjadi selama beberapa dekade. Namun, banyaknya jasad yang tersingkap akhir pekan lalu ditambah bayang-bayang pandemi, menimbulkan kekhawatiran akan praktik tersebut.

Navneet Sehgal, juru bicara pemerintah negara bagian, pada Minggu (16/5), membantah laporan media lokal bahwa lebih dari 1.000 mayat korban covid-19 telah ditemukan dari sungai dalam 2 minggu terakhir. "Saya yakin badan-badan ini tidak ada hubungannya dengan covid-19," klaimnya.

Menurut dia, beberapa penduduk desa tidak mengkremasi jenazah seperti adat tradisi Hindu selama beberapa periode yang secara religius penting dilakukan, karena terkendala biaya.

Sebagai gantinya, penduduk akan membuang jasad ke sungai atau dengan menggali kuburan di tepi sungai.

Ramesh Kumar Singh, anggota Bondhu Mahal Samiti, sebuah organisasi filantropi yang membantu mengkremasi jenazah, mengatakan, ada jumlah kematian sangat tinggi di daerah pedesaan.

Halaman
123
Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved