Breaking News:

Berita Internasional

Kim Jong Un Larang Warga Korut Pakai Celana Jeans Ketat, Ketahuan Akan Dihukum Kerja Paksa

Pelarangan pemakaian celana jeans itu terjadi setela dia khawatir pengaruh kultur Barat akan mendorong generasi muda melawannya.

Editor: m nur huda
Via Intisari
Pemimpin Korut Kim Jong Un, di atas kapal selam. 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan melarang pemakaian celana jeans ketat untuk mempertahankan rezimnya.

Pelarangan pemakaian celana jeans itu terjadi setela dia khawatir pengaruh kultur Barat akan mendorong generasi muda melawannya.

Dalam klaim Pyongyang, jeans ketat maupun robek, gaya rambut mewah, dipandang sebagai "invasi gaya hidup kapitalis".

Baca juga: Larang Pemakaian Jins Ketat, Kim Jong Un Khawatir Budaya Barat Pengaruhi Kaum Muda Melawannya

Baca juga: Persis Solo Banjir Sponsor Setelah Putra Jokowi Akuisisi, Booking Tiket Liga 1?

Kim Jong Un, yang diduga takut dilengserkan, menyatakan mereka yang mengenakan pakaian aneh harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Larangan itu tertuang dalam Rodong Sinmun, harian resmi Partai Buruh Korea, yang menyatakan keberadaan fesyen aneh "bakal meruntuhkan negara".

"Sejarah mengajarkan pelajaran krusial bahwa negara akan menjadi rapuh, meski ekonomi dan pertahanannya kuat, jika tak memelihara fesyen sendiri," ulas harian itu.

Koran tersebut mengeklaim, Korea Utara harus waspada terhadap segala serangan kapitalis dan berjuang mengenyahkannya.

Selain itu seperti diberitakan Yonhap, Pyongyang bakal menghukum warganya yang kedapatan punya video produksi Korea Selatan.

Dilansir Daily Mirror Senin (17/5/2021), rambut diwarnai dan keberadaan anting-anting juga dilarang keras.

Sumber negara penganut ideologi Juche itu mengungkapkan, gaya rambut "non-sosialis" tidak akan diterima di sana.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved