Penanganan Corona

Pasca Lebaran, Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Naik, Ahli Menyebut Bom Waktu, Apa yang Terjadi?

Dicky mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 yang meningkat menunjukkan keparahan situasi pandemi virus corona saat ini

Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang melayani vaksinasi drive thru di halaman Balai Kota Semarang, Senin (4/5/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah masa libur Lebaran 2021, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan persentase angka kematian Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan.

Berdasarkan data per 15 Mei 2021, persentase angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 2,76 persen.

Seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (15/5/2021), Doni menegaskan bahwa kenaikan angka kematian ini harus dijadian evaluasi penanganan kasus Covid-19 di tingkat nasional maupun daerah.

Epidemilog dari Griffith University Australia Dicky Budiman juga mengungkapkan bahwa kasus kematian Covid-19 di Indonesia sudah stabil tinggi sejak awal.

Baca juga: 53 Pemudik & Wisatawan di Jabar Terpapar Covid-19, Langsung Jalani Karantina

Baca juga: Meski Dilarang, 87 Ribu Pemudik asal Jateng Tiba di Kampung Halaman, Ini Daerah Yang Paling Banyak

Angka kematian Covid-19, kata Dicky, menunjukkan indikator telat, yang artinya kondisi terjadi akibat adanya kebobolan pada deteksinya atau sistem penemuan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Penemuan kasus positif Covid-19 itu tidak hanya melalui testing. Bisa juga dilakukan secara aktif, seperti dari rumah ke rumah," jelas Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/5/2021).

Saat kasus positif Covid-19 ini ditemukan, maka dapat segera dilakukan isolasi dan karantina, sehingga upaya ini dapat menurunkan potensi kematian Covid-19 di Indonesia.

Lebih lanjut Dicky mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 yang meningkat menunjukkan keparahan situasi pandemi virus corona saat ini.

Fakta lain yang diungkapkan selain angka kematian Covid-19 yang naik di Indonesia, yakni selama masa Lebaran, pemeriksaan spesimen atau testing juga disebutkan Satgas Penanganan Covid-19 mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

H
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Menyoroti hal ini, Dicky mengungkapkan bahwa kondisi ini dapat sangat berbahaya, apalagi di tengah situasi pandemi yang mulai memasuki tahun kedua.

"Ini sudah semakin serius. Akumulasi kasus Covid-19 kita, rata-rata penemuan atau laporan kasus masih seper sepuluh, lebih rendah dari estimasi yang terendah," ungkap Dicky.

Angka testing Covid-19 di Indonesia, kata Dicky, masih sangat rendah.

Dengan tes positivity rate yang lebih dari 10 persen, hampir setiap hari selama setahun, artinya bom waktu wabah Covid-19 ini sudah sangat besar.

Seharusnya, kata Dicky, tes Covid-19 di Indonesia semestinya sudah berada pada kisaran 250.000 hingga 500.000 tes per hari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved