Breaking News:

Penanganan Corona

Pasca Lebaran, Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Naik, Ahli Menyebut Bom Waktu, Apa yang Terjadi?

Dicky mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 yang meningkat menunjukkan keparahan situasi pandemi virus corona saat ini

Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang melayani vaksinasi drive thru di halaman Balai Kota Semarang, Senin (4/5/2021) malam. 

"Ini sudah semakin serius. Akumulasi kasus Covid-19 kita, rata-rata penemuan atau laporan kasus masih seper sepuluh, lebih rendah dari estimasi yang terendah," ungkap Dicky.

Angka testing Covid-19 di Indonesia, kata Dicky, masih sangat rendah.

Dengan tes positivity rate yang lebih dari 10 persen, hampir setiap hari selama setahun, artinya bom waktu wabah Covid-19 ini sudah sangat besar.

Seharusnya, kata Dicky, tes Covid-19 di Indonesia semestinya sudah berada pada kisaran 250.000 hingga 500.000 tes per hari.

Lantas, perihal naiknya angka kematian Covid-19 dan rendahnya testing, apa yang harus dilakukan Indonesia untuk menghadapi kondisi ini?

Dicky memaparkan bahwa penting untuk dapat meningkatkan tes Covid-19.

Setidaknya, tes ini sudah dapat mencapai 250.000 hingga 500.000 tes per hari.

Selain itu, perlu dilakukan program penjangkauan ke rumah-rumah.

Artinya, tes Covid-19 ke rumah-rumah, untuk mencegah adanya kasus-kasus infeksi di rumah yang tidak terdeteksi.

"Kalau bisa diterapkan PSBB selama 2 minggu se-Jawa dan Bali, itu akan jauh lebih bagus," jelas Dicky.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved