Breaking News:

Berita Jateng

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman Apresiasi Kesadaran Masyarakat soal Larangan Mudik

Ia juga mengacungi jempol untuk masyarakat yang selama silaturahmi dengan sanak keluarga telah menerapkan protokol kesehatan

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sukirman 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sukirman mengapresiasi kesadaran masyarakat terhadap larangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan pemerintah.

"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Jawa Tengah, yang telah mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak mudik," kata Sukirman dalam pesan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (18/5/2021).

Ia juga mengacungi jempol untuk masyarakat yang selama silaturahmi dengan sanak keluarga telah menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan anggota dewan di setiap pos perbatasan atau penyekatan di sejumlah kabupaten dan kota, kata dia, tidak banyak kendaraan yang melintas dan masuk ke Jateng.

Dari itu, politikus PKB ini menilai masyarakat sudah sadar terkait larangan mudik.

Kondisi tersebut juga bisa dilihat dari data penumpang yang tiba di Jateng sekitar 663.829 orang dalam kurun waktu 6-17 Mei 2021. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan jumlah ketika masa larangan mudik pada 2020 lalu yang hampir mencapai angka 1 juta.

"Sejak 6 Mei hingga H-1, DPRD melakukan pengawasan di setiap pos perbatasan. Memang tampak lengang kendaraan pribadi maupun umum masuk dan keluar Jawa Tengah. Artinya masyarakat Jawa Tengah di perantauan memang tertib dan patuh, dan kami sangat menghargai semua proses ini," katanya.

Meskipun demikian, Sekretaris DPW PKB Jateng ini menegaskan bahwa pemerintah tetap harus waspada mengendalikan penularan covid pasca-lebaran. Yang mana, masih terdapat pemudik 'nakal' yang tetap nekat pulang ke kampung halaman.

"Kerja keras yang sudah baik dari semua pihak harus dipertahankan, jangan lagi ada mobilitas kegiatan masyarakat yang bisa menyebabkan kenaikan Covid," ucapnya.

Sukirman juga berterimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah bekerja keras menerapkan aturan larangan mudik kepada seluruh ASN.

Menurutnya, larangan tersebut juga disertai kontrol yang baik, tidak sebatas dilarang, lalu tanpa kontrol.

"ASN ini pelayan masyarakat dan sudah memberi contoh yang baik. Saya kaget juga ternyata ASN harus membuktikan tidak mudik dengan absen virtual alias share loc (memberitahukan posisi atau keberadaannya). Nah kerja keras ini, jangan sampai rusak karena pasca-lebaran ini ada aktivitas masyarakat yang tidak terkendali," ujarnya.

Jika pemerintah sudah konsisten dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan baik, selanjutnya pemerintah harus merealisasikan program-program. Misalnya, recovery ekonomi, pembelajaran tatap muka, penurunan angka kemiskinan dan sektor lain yang terguncang karena pandemi.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved