Berita Solo

Bapas Solo Dampingi Bocah Nahkoda Perahu Terbalik di Kedungombo: Upayakan Restorative Justice 

Bapas Solo bakal dampingi terhadap bocah berusia 13 tahun yang menjadi tersangka insiden perahu terbalik.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Kepala Bapas Solo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo bakal berikan pendampingan terhadap bocah berusia 13 tahun yang menjadi tersangka insiden perahu terbalik di Waduk Kedungombo beberapa waktu lalu. 

Kepala Bapas, Susana Tri Agustin meny

Perahu yang dinaiki belasan wisatawan di Wadung Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021). 
Perahu yang dinaiki belasan wisatawan di Wadung Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021).  (TribunSolo.com/Istimewa)

ampaikan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan kasus ini selesai lewat jalan restorative justice atau diversi. 

Dia menyampaikan, pendampingan dilakukan setelah ada permohonan dari Polres Boyolali, pada Selasa (19/5/2021) kemarin. 

"Surat masuk siang kemarin. Langsung kita lakukan rapat internal dan sudah kita tetapkan PK (Pembimbing Kemasyarakatan) yang akan mendampingi," katanya, Rabu (19/5/2021).

Rencananya, lanjut Susana, besok pagi pihaknya akan mendatangi Polres Boyolali. 

"Awal kita akan melakukan Litmas (Penelitian Kemasyarakatan) dulu. Tidak hanya kepada anak, namun juga terhadap orang tua, lingkungan, sekolah, bahkan korban dalam hal ini adalah keluarganya," jelasnya. 

Menurutnya, proses Litmas ini sangat penting untuk mengetahui latar belakang tersangka yang masih usia anak. 

Termasuk penyebab kenapa tersangka bisa berprofesi sebagai nahkoda perahu yang terbalik pada Sabtu (15/5/2021) siang lalu. 

"Kita lihat apa yang mendasari dia menjadi nahkoda. Apakah faktor ekonomi dan sebagainya," jelasnya. 

Susana menuturkan, pihak Bapas memiliki waktu kurang dari sepekan untuk menyelesaikan proses Litmas ini. 

Setelah itu, hasilnya akan menjadi rekomendasi untuk kelanjutan proses hukum. 

"Kalau dilihat dari jeratan hukumnya, memang nanti kasus ini bisa selesai lewat jalur diversi, bisa ditingkat kepolisian, kejaksaan, atau di pengadilan," ujarnya. 

Menurutnya, hasil itu nanti ditentukan dari pertemuan Bapas dengan semua pihak. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved