Breaking News:

Berita Semarang

Konsep Vaksinasi 3 In 1 Dibuka untuk Masyarakat Umum, Ini Caranya

Dinkes Semarang mulai membuka vaksinasi bagi masyarakat umum di 37 puskesmas yang ada di Kota Lunpia.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, menjelaskan prosedur vaksinasi drive thru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mulai membuka vaksinasi bagi masyarakat umum di 37 puskesmas yang ada di Kota Lunpia. Vaksinasi bagi masyarakat umum dikonsep dengan metode 3 in 1.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, vaksinasi 3 in 1 artinya satu masyarakat umum ber-KTP Kota Semarang harus membawa dua lansia.

"Prinsipnya, satu non lansia membawa dua lansia Kota Semarang. Yang satu non lansia bisa semua lapisan masyarakat, tidak hanya petugas publik," ucap Hakam, Rabu (19/5/2021).

Di menjelaskan, lansia yang akan didampingi vaksinasi harus dipastikan terdaftar. Jika belum terdaftar, peserta vaksinasi harus mendaftar dahulu pada laman victori.semarangkota.go.id dengan menyertakan data diri secara lengkap, memilih lokasi dan tanggal vaksinasi yang masih tersedia.

Upaya vaksinasi 3 in 1 dilakukan untuk menggenjot percepatan vaksinasi pada lansia karena sangat rentan tertular Covid-19. Pasalnya, vaksinasi lansia baru menyentuh 65 persen dari total 190 sasaran lansia. 

Sedangkan, vaksinasi petugas publik sudah mencapai 90 persen.
Secara keseluruhan, program vaksinasi di Kota Semarang sudah menyasar sekitar 470 ribu warga.

"Ini kan baru petugas publik dan lansia. Usia-usia produktif dimana kasus terpapar banyak yang belum dilakukan vaksinasi. Ketika sudah dilakukan vaksinasi diharapkan yang terpapar turun," ucapnya.

Di sisi lain, vaksinasi drive thru 3 in 1 yang dilakukan di halaman Balai Kota Sematang sementara ditiadakan. Menurutnya, Dinkes akan melakukan evaluasi terlebih dahulu karena lansia yang mengikuti vaksinasi drive thru masih minim. Dalam satu malam, pihaknya menyiapkan 50 suntikan bagi lansia. Namun, rata-rata hanya 30 suntikan per malam. Pihaknya saat ini lebih fokus melakukan jemput bola ke setiap kampung.

"Sementara off dulu karena lansia yang ikut drive thru minimal. Kami sekarang lebih banyak mendatangi lansia ke RT RW," paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menilai vaksinasi di Kota Semarang telah dilakukan sesuai tahapan dan skedul yang ditetapkan Pemerintah pusat.

Dia berharap, vaksinasi bagi masyarakat bisa segera dilakukan setelah vaksinasi bagi petugas publik selesai. Pihaknya akan terus mengawal program ini hingga masyarakat bisa divaksin. Menurutnya, vaksinasi bagi masyarakat memang tidak bisa dilakukan bebarengan. Hal ini harus dipahami masyarakat bahwa vaksinasi ada tahapannya.

"Kami memberi apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah. Saya selaku ketua juga mengucapkan terima kasih, teman-teman dewan sudah divaksin. Kami berharap setelah ini masyarakat agar mereka bisa beraktivitas aman," ucap Pilus, sapaannya.

Diakui Pilus, tidak semua pihak bisa menerima program ini. Ada saja pihak yang tidak suka, bahkan sampai melakukan provokasi. Maka, sosialisasi kepada masyarakat perlu terus didorong.

Dia meminta pemerintah bisa melakukan sosilaisasi ke seluruh lapisan supaya mereka tenang. Hal ini tentu membutuhkan proses. Dia berharap, jajaran kecamatan, kelurahan, dan tokoh masyarakat bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman.

"Kalau mereka takut berkepanjangan sama halnya mereka memelihara coronoa melekat di tubuhnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved