Breaking News:

Berita Semarang

Pratmin Tergiur Iming-iming Kemudahan Mendapat Surat Rapid Test Antigen, Ternyata Palsu

Pratmin harus berurusan dengan Kepolisian karena memalsukan dokumen Rapid Tes Antigen saat hendak naik pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Pelaku pemalsuan surat rapid test antigen di bandara Jenderal Ahmad Yani ditangkap saat hendak balik ke Pekanbaru. 

Penulis: Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemudik asal Pekanbaru Pratmin harus berurusan dengan Kepolisian karena memalsukan dokumen Rapid Tes Antigen saat hendak naik pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa  (18/5).

Pemudik berdomisili  Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru ditangkap jajaran Polsek Semarang Barat setelah melalui pemeriksaan dokumen rapid test antigen. 

Pada pemeriksaan dokumen, dia ketahuan memalsukan surat pemeriksaan covid 19 yang dikeluarkan klinik laboratorium Rumah Sakit Tentara (RST) dr Asmir Jl. Dr. Muwardi No 50 Salatiga. 

Saat dihadirkan pada konfrensi pers, Pratmin telah menggunakan baju tahanan Polrestabes Semarang. Dia mengaku memalsukan surat karena ingin mencari simple (mudah) dalam hal melengkapi dokumen pemeriksaan.

Baca juga: Ingin Pulang ke Pekanbaru, Pratmin Tertangkap Bawa Surat Rapid Test Antigen Palsu di Bandara A Yani

Baca juga: Ironi, Pimpinan LSM Gerakan Anti Korupsi Lakukan Pemerasan, Polisi Pun Langsung Membekuknya

Baca juga: PWI Putuskan Pelaksanaan Porwanas Mundur di Tahun 2022

Baca juga: S Tewas Dini Hari dengan Luka Tembak di Ketiak, Pelaku Oknum Anggota DPRD, Ini Pemicunya

"Saat itu saya tidak pernah minta tapi diiming-imingi dan ditawari saja," tutur dia, Rabu (19/5).

Saat itu, kata dia, pelaku yang menawari surat palsu tersebut mendatangi rumahnya. Untuk mendapatkan surat keterangan palsu, dia merogoh kocek lebih dari Rp 100 ribu. 

"Yang nawari saya datang ke rumah dan saya kenal," ujarnya.

Pratmin mudik ke Semarang sebelum masa pelarangan mudik. Tepatnya pada pertengahan bulan puasa.

"Saya datang ke Semarang sendiri. Datangnya jauh sebelum pelarangan mudik," tutur dia. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved