Breaking News:

Berita Semarang

Gelar Halal Bihalal, Rektor USM Minta Civitas Akademika Patuhi Protokol Kesehatan

Rektor USM meminta kepada civitas akademika untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

Gelar Halal Bihalal, Rektor USM Minta Civitas Akademika Patuhi Protokol Kesehatan
Istimewa
Rektor USM, Andy Kridasusila, menyampaikan sambutan dalam halal bihalal yang digelar secara daring, Kamis (20/5/2021).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Semarang (USM) meminta kepada civitas akademika untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan menyediakan tempat cuci tangan di setiap gedung.

Ia juga meminta agar mahasiswa dipantau saat datang ke kampus karena mereka dari mana saja  beraktivitas tidak ada yang tahu sehingga diharapkan semuanya mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Rektor USM, Andy Kridasusila dalan halal bihalal keluarga besar Yayasan Alumni Undip dan USM yang digelar secara daring, Kamis  (20/5/2021).

"Kami minta kepada civitas akademika untuk mematuhi protokol kesehatan. USM juga ada Satgas Covid-19 sehingga jika anda informasi bisa dishare. Mahasiswa juga diharapkan dipantau saat datang ke kampus," kata Andy, dalam keterangannya.

USM, katanya, di dalam proses belajar mengajar masih tetap sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu dengan sistem belajar online.

"Meskipun walapun beberapa waktu yang lalu Gubernur Jateng sudah mengizinkan tatap muka mulai Juli mendatang. Bahkan sekarang sudah ada beberapa perguruan tinggi yang melakukan uji coba tatap muka," ucapnya.

Sementara Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib berharap, pada kesempatan Halal bi Halal ini yayasan beserta USM bersama jajarannya mudah-mudahan termasuk golongan orang yang menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia dan terbebas dari api neraka.

"Golongan yang terbebas dari api neraka yaitu selalu mendapatkan empat sifat yakni hayyin (orang yang mendapat keteduhan, ketengangan ), layyin (orang yang lembut baik pikiran dan perbuatannya, menerima pendapat orang lain), Qorib (supel), murah senyum dan sahl (memudahkan urusan orang lain, memberikan solusi jika ada masalah)," paparnya.

Adapun taushiyah halal bi halal disampaikan oleh Dosen UIN Walisongo Semarang yaitu ustadz Fahrrurozi.

Dalam ceramahnya, Fahrurrozi mengatakan bahwa halal bi halal adalah tradisi bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved