Berita Batang

Nestle Buka Pabrik di KIT Batang, Diharap Gandeng Peternak Sapi Perah dan Petani Kopi Lokal

Perusahaan susu dan produk minuman, Nestle Indonesia membangun pabrik baru di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Batang Industrial Park.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Tangkapan layar Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada acara ground breaking pembangunan pabrik PT Nestle Indonesia di KIT Batang 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perusahaan susu dan produk minuman, Nestle Indonesia membangun pabrik baru di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Batang Industrial Park.

Dimulainya pembangunan pabrik baru ditandai proses peletakan batu pertama atau ground breaking, Kamis (20/5/2021).

Pabrik baru yang disebut Bandaraya di Batang ini akan dibangun di atas tanah seluas 20 hektare. Nestle Indonesia akan merealisasikan investasi sebesar USD 220 juta untuk pembangunan pabrik baru ini.

Pada acara ini, juga diresmikan perluasan fasilitas di tiga pabrik lainnya yaitu pabrik Nestle Indonesia di Karawang (Jawa Barat), Kejayan-Pasuruan (Jawa Timur) dan Panjang (Lampung).

Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengapresiasi PT Nestle. Sekalipun pandemi belum selesai, tapi animo melakukan ekspansi dan membangun pabrik baru terus dilakukan.

"Tahun ini ditargetkan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi 30 persen investasi. Nestle membuktikan perannya untuk mewujudkan hal tersebut," kata Bahlil saat acara ground breaking yang disiarkan secara virtual.

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Kamis 20 Mei 2021

Baca juga: Mulai 20 Mei 2021, Layanan Tes GeNose Hadir di Stasiun Haurgeulis dan Stasiun Brebes

Baca juga: Warga Apresiasi Layanan Rapid Test Antigen Gratis Model Drive Thru di Perbatasan Purbalingga

Baca juga: 5 Fakta You and I, Film Persahabatan Luar Biasa di Tengah Ironi Kehidupan yang Tidak Adil

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada PT Nestle lantaran model bisnis yang dikelola akan mengandalkan dan melibatkan masyarakat setempat. Misalnya, dengan peternak lokal agar mereka terkena imbas dengan adanya perusahaan besar yang berinvestasi di Batang.

Nestle yang merupakan perusahaan dari Swiss bertekad, bahan baku yang digunakan bukan impor. Melainkan dari warga lokal. Peternak sapi di kecamatan hingga desa pun menikmati hasilnya.

Bahlil menerangkan perputaran uang yang diterima petani dari hasil pembeliaan susu oleh Nestle Indonesia bisa mencapai Rp 4,5 miliar. Sehingga, perbulan bisa mencapai Rp 100 miliar perputaran dana di Jateng terutama di Batang.

Oleh karena itu, ia meminta agar para peternak sapi lokal bisa diberikan keterampilan dan teknologi untuk menciptakan produksi yang berkualitas tinggi sehingga bisa diserap industri.

"Ini yang disebut penciptaan lapangan pekerjaan. Masyarakat dikasih skill yang baik agar produksi yang dibawa masyarakat jadi kualitas mumpuni dan memiliki nilai jual bagus. Dalam konteks ini, saya pikir sudah saatnya pemerintah baik kabupaten dan provinsi bergandengan tangan dengan investor atau pelaku usaha," ucapnya.

Bahlil juga menuturkan Swiss, negara asal Nestle, pertama kali dalam sejarah masuk dalam lima negara besar yang paling banyak berinvestasi di Indonesia.

"Dalam sejarah belum pernah Swiss jadi negara investment nomor 5 menggeser Jepang di kuartal pertama 2021 ini. Ini jadi angin segar. Ada trust (kepercayaan) dari dunia internasional kepada negara kita," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved