Berita Video
Video Mbah Sabar Tertimpa Reruntuhan Rumah Saat Tidur Pulas
Mbah Sabar (81) hanya bisa terbaring lemah. Dia belum lama ini tertimpa musibah.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Mbah Sabar tertimpa reruntuhan rumah saat tidur pulas.
Mbah Sabar (81) hanya bisa terbaring lemah.
Dia belum lama ini tertimpa musibah.
Rumah reotnya yang berbahan kayu dan bambu ambruk menimpa tubuhnya saat tertidur.
Kejadian itu tepat terjadi selepas hujan deras dan angin kencang menerjang, Sabtu (15/5/2021) pukul 22.00 WIB.
Akibatnya rumahnya berukuran 4 meter x 12 meter saat ini sudah rata dengan tanah.
Rumah berlokasi di RT 2 RW 3 Dukuh Kauman, Mangkang Wetan, Tugu, Kota Semarang.
Mbah Sabar pendengarnya terganggu sehingga sulit diajak berkomunikasi.
Kondisi kesehatannya juga sudah lemah sehingga hanya terbaring lemas di atas tempat tidur.
Untuk berjalan saja, Mbah Sabar tak sanggup lagi.
Dengan keadaan seperti itu, mereka kini menumpang di rumah tetangganya yang belum jadi sehingga mereka harus rela beratapkan terpal.
Istrinya, Manisi (50) setia merawat Mbah Sabar.
Dia menceritakan kejadian nahas malam itu.
Mulanya hujan deras dan angin kencang menerjang di kawasan tempat tinggalnya.
Selepas reda, dia pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Sewaktu di kamar mandi itulah dia mendengar suara bangunan roboh yang ternyata rumahnya ambruk.
"Saya keluar dari kamar mandi lalu berteriak histeris lihat rumah roboh.
Saya pikir suami sudah meninggal tertimpa kayu," terangnya, Rabu (19/5/2021).
Dia langsung pergi ke rumah Ketua RT yang tak jauh dari rumahnya sembari berteriak minta tolong.
Warga yang sudah tertidur pulas kaget mendengar teriakan minta tolong disertai tangisan Manisi.
Mereka berhamburan keluar rumah lalu mencari tahu sumber suara.
Setelah tahu yang terjadi mereka lantas memeriksa kondisi mbah Sabar.
Warga bergotong-royong menyingkirkan material bahan bangunan rumah yang didominasi kayu dan bambu.
Warga langsung menyingkirkan material tersebut di lokasi kamar mbah Sabar yang terletak di paling belakang rumah.
Beruntung Mbah Sabar ditemukan selamat.
Dia hanya bisa terbaring pasrah saat dievakuasi warga.
Hampir tak ada luka di tubuh pria renta itu.
"Suami selamat karena ada kayu yang melintang saat kejadian sehingga asbes, kayu, dan lainnya tak langsung mengenai tubuhnya," bebernya.
Dia bersyukur suaminya selamat tanpa luka berarti.
"Mbah Sabar selalu tanya kapan mati.
Saat kejadian juga bilang seperti itu.
Tapi saya bilang jangan gitu karena belum waktunya," terangnya.
Selepas kejadian itu, banyak pihak yang prihatin dan ikut peduli.
Dia mengatakan, sempat hendak di sewakan kamar kos oleh ketua RT sembari menunggu rumahnya diperbaiki.
Namun dia menolak sebab kondisi suaminya yang sering buang air besar.
Meskipun saat ini menumpang di rumah tetangga yang belum jadi atau masih renovasi sehingga tak ada atap bukan jadi masalah.
"Saya takut ganggu orang lain.
Ya meksi numpang di tetangga atap terpal gapapa yang penting Mbah Sabar betah," ujarnya.
Anak korban, Saniyem (30) menjelaskan, rumah milik orangtuanya sudah berusia 20 tahun lebih.
Rumah memang kondisi sudah lapuk apalagi sudah empat tahun berturut-turut direndam banjir saat musim hujan.
Keluarganya tak mampu merenovasi sebab suaminya hanya pekerja serabutan.
"Depan rumah ada sungai jadi kalau meluap saat musim hujan rumah kebanjiran," terangnya.
Rumah tersebut, lanjut dia, dihuni oleh enam jiwa.
Masing-masing kedua orangtunya, dia dan suami beserta kedua anaknya.
Dia merasa beruntung malam lebaran itu menginap di rumah kerabat di Boja, Kendal.
Di rumah hanya ada kedua orangtuanya.
"Kerusakan paling parah di bagian kamar depan yang biasa kami tempati.
Tidak bisa bayangkan kalau kami malam itu tidur di rumah," katanya.
Dia menyebut, sudah ada beberapa pihak yang peduli kepada keluarganya.
Bantuan sudah mengalir dari Kelurahan, RT atau warga setempat, BPBD, PMI dan pihak lainnya.
"Kami ucapkan terima kasih yang sudah peduli," terangnya.
(Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :