Breaking News:

Berita Solo

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Hadiah Pangeran UEA di Solo Segera Mulai, Target 15 Bulan

Proses pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Solo akan segera dimulai dalam waktu dekat. Kontraktor pembangunan masjid tersebut pun sudah digedok

Istimewa
Ground breaking Masjid Raya Sheikh Zayed Solo oleh Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin,  dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di lahan eks Depo Pertamina Gilingan Kota Solo, Sabtu (6/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Proses pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Solo akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Kontraktor pembangunan masjid tersebut pun sudah digedok, yakni PT Waskita Karya (persero) tbk.

"InsyaAllah sudah mulai proses pembangunannya," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, Hidayat Maskur, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Menag Gus Yaqut: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Bisa Jadi Mercusuar Syiar Islam

Baca juga: Gibran: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Salah Satu Pusat Pendidikan Islam di Solo

Ia mengatakan, 28 April 2021 lalu, Kemenag telah menjalin MoU untuk penyerahan seluruh aset.

Artinya, Waskita sudah bisa memulai pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirate Arab Sheikh Mohammed bin Al Nahyan tersebut.

Kondisi lokasi pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin (29/3/2021).
Kondisi lokasi pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin (29/3/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Dari pantauan, proses pemagaran sudah dilakukan kontraktor di lahan bekas Depo Pertamina Gilingan seluas lebih kurang 3 hektare.

"Sudah mulai pemagaran, pemagaran selesai, pembuatan kantor Waskita Karya sudah dibuat," ucap Hidayat.

Surat izin pembangunan masjid dan proses pengukuran arah kiblat, sambung Hidayat, juga sudah rampung.

"Setelah pengukuran arah kiblat tentunya akan diikuti dengan pondasi dan sebagainya. Ya, rencana (rampung) 15 bulan," ujar dia.

Terkait material pembangunan masjid, Hidayat mengungkapkan berasal dari Indonesia, termasuk disuplai Solo dan sekitarnya.

"Untuk bahan-bahan tertentu yang tidak ada di sini baru (akan disuplai dari luar negeri)," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved