Breaking News:

Berita Internasional

Sebut Covid-19 sebagai Virus China dan Virus Kung Fu, Donald Trump Digugat Keturunan Tionghoa

Mantan Presiden AS itu menyebut virus Covid-19 sebagai “virus China”, “virus Wuhan”, dan “virus Kung Fu” selama pandemi virus Corona.

Editor: M Syofri Kurniawan
AP/Patrick Semansky
Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Donald Trump dituntut oleh kelompok keturunan Tionghoa atas sikap rasisnya.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu menyebut virus Covid-19 sebagai “virus China”, “virus Wuhan”, dan “virus Kung Fu” selama pandemi virus Corona.

Dokumen Pengadilan yang diposting online menyebutkan, Koalisi Hak-hak Sipil China-Amerika mengajukan gugatan terhadap Trump pada Kamis (20/5) waktu setempat.

Baca juga: Luna Maya Melongo Dengar Cerita Sophia Latjuba Soal Ariel: Masa Kamu Digituin Soph?

Baca juga: BREAKING NEWS : Laka Maut di Pantura Rembang, Bus Sinar Mandiri Vs Sepeda

Baca juga: Wajah Para Begal yang Lari ketakutan saat Tahu Sopir yang Ditembaki Ternyata Kebal, Pasrah Ditangkap

Baca juga: Tanjakan Gombel Makin Angker, Ditemukan Mayat Pria Tak Dikenal di Bekas Gedung Kos-kosan

Koalisi ini adalah organisasi nirlaba yang berbasis di New York.

Menurut gugatan tersebut, pernyataan Trump selama pidato dan postingannya di media sosial selama pandemi menyebabkan "tekanan emosional" terhadap i China dan Asia-Amerika.

Selain itu, sebut gugatan itu, istilah-istilah yang digunakan Trump juga menyebabkan peningkatan kekerasan bermotif rasial terhadap komunitas-komunitas ini di seluruh negeri.

“Tindakan Tergugat yang ekstrem dan keterlaluan memang telah menyebabkan anggota organisasi Penggugat dan sebagian besar orang Asia-Amerika mengalami tekanan emosional dan mengakibatkan meningkatnya tren kekerasan rasial terhadap Tionghoa-Amerika dan Asia-Amerika dari New York ke California,” sebut gugatan itu, seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Salah satu insiden kekerasan paling terkenal terhadap orang Amerika keturunan Asia terjadi pada 17 Maret.

Saat itu, seorang pria bersenjata menembak delapan orang, enam di antaranya wanita keturunan Asia, dalam tiga serangan di panti pijat di dan sekitar Atlanta.

Di New York City pada 29 Maret, seorang wanita Filipina berusia 65 tahun diserang saat berjalan ke gereja. Penyerang menendang perutnya, menjatuhkannya ke tanah, dan menginjaknya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved